Kasatops Armuzna 2025 Harun Arrasyid paparkan strategi baru puncak haji
Petugas berpengalaman langsung ditempatkan di Mina demi layanan optimal.
Elshinta/ Bher
JAKARTA – Persiapan matang terus dilakukan guna menyukseskan penyelenggaraan haji tahun ini, terutama pada fase puncak di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Laksamana Pertama TNI Harun Arrasyid, S.Ag., M.A., M.Tr.Opsla., M.M., pakar operasional haji sekaligus Kasatops Armuzna 2025, memberikan pembekalan strategis bagi para calon petugas di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.
Dalam keterangannya usai mengisi materi, Harun memaparkan rencana terobosan untuk memperkuat layanan di Mina. Salah satu strategi utamanya adalah menempatkan petugas yang sudah pernah berhaji secara langsung di titik-titik rawan tanpa melalui prosesi di Arafah.
"Rencana tahun ini agar pelayanan di Mina maksimal, kita memiliki rencana bahwa petugas baik itu dari unsur perlindungan jemaah maupun lainnya yang sudah berhaji akan langsung kita drop dari hotel di Makkah menuju langsung ke Mina," ujar Harun di hadapan awak media.
Langkah reposisi ini bertujuan untuk menjaga stamina petugas agar tetap prima saat menyambut kedatangan jemaah dari Muzdalifah. Menurut Harun, malam 10 Zulhijah adalah momen yang paling menantang secara fisik dan mental.
"Tujuannya agar lebih efektif penyambutan dan pemantauan jemaah yang bergerak dari Arafah menuju Muzdalifah dan dari Muzdalifah itu menuju ke Mina. Malam 10 Zulhijah itu malam krusial, berpotensi terjadi kepadatan dan kelelahan, di situlah kita anggap lebih efektif penempatan pos-pos petugas tersebut," jelas Harun yang telah memimpin operasional Armuzna selama tiga tahun berturut-turut.
Selain penguatan personel, Harun juga menggarisbawahi pentingnya edukasi bagi jemaah, khususnya mengenai larangan berjalan kaki dari Muzdalifah ke Mina demi keselamatan jiwa. Seluruh pergerakan jemaah ditegaskan sudah difasilitasi dengan kendaraan taraddudi.
Melalui Diklat PPIH yang berlangsung intensif selama 20 hari, Harun optimistis para petugas akan memiliki sinergi dan kesiapan mental yang jauh lebih baik dalam mewujudkan misi Haji Ramah Lansia dan Disabilitas. (Bhery Hamzah)

