Harun Arrasyid: Dedikasi petugas kunci haji ramah lansia 2026
Kesiapan mental dan kepedulian petugas jadi fondasi layanan Armuzna.
Elshinta/ Bher
JAKARTA – Di balik rencana besar operasional puncak haji, kesiapan mental petugas menjadi fondasi utama dalam melayani jemaah, khususnya para lansia dan disabilitas. Hal tersebut ditekankan oleh pakar operasional haji yang juga Kasatops Armuzna 2025, Laksamana Pertama TNI Harun Arrasyid, S.Ag., M.A., M.Tr.Opsla., M.M., saat membekali calon petugas PPIH di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.
Harun menyatakan bahwa durasi pendidikan dan pelatihan (Diklat) yang mencapai 20 hari merupakan investasi besar untuk membentuk sinergi dan ketahanan mental petugas sebelum terjun ke medan berat di Armuzna.
"Tugas yang dilaksanakan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina ini lumayan berat. Dengan adanya latihan yang difokuskan cukup lama, saya rasa ini akan memberikan pembekalan yang lebih maksimal kepada seluruh petugas," ujar Harun usai memberikan materi.
Sebagai sosok yang berpengalaman memimpin operasional lapangan, Harun menitipkan pesan agar para petugas mengedepankan sisi kemanusiaan. Salah satu bentuk nyata kepedulian tersebut adalah rencana penempatan petugas yang sudah berhaji langsung di Mina guna memastikan jemaah mendapatkan bantuan seketika saat mengalami kelelahan di malam 10 Zulhijah.
"Tujuannya agar lebih efektif penyambutan dan pemantauan jemaah. Malam itu krusial, banyak jemaah membutuhkan pertolongan karena potensi kepadatan dan kelelahan yang tinggi," tuturnya.
Harun juga mengingatkan agar petugas tak lelah memberikan edukasi kepada jemaah untuk selalu menggunakan fasilitas bus taraddudi dan melarang jemaah berjalan kaki dari Muzdalifah ke Mina demi keselamatan jiwa.
"Kita berusaha dan berdoa, insyaallah dengan persiapan yang matang ini, semua akan diberikan kemudahan oleh Allah," tutupnya dengan nada optimis. (Bhery Hamzah)

