Kemenhaj pangkas biaya Haji Rp87 Juta & tingkatkan layanan jemaah

Update: 2026-02-21 04:59 GMT
Indomie

JAKARTA, ELSHINTA.COM - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia terus mematangkan persiapan ibadah haji dengan menetapkan Rencana Strategis 2025-2029 guna merealisasikan visi Tri Sukses Haji, yakni sukses ritual, sukses ekosistem ekonomi, serta sukses peradaban. Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf menegaskan, pelayanan ini dirancang agar penyelenggaraan ibadah di Tanah Suci berjalan aman, nyaman, dan transparan. "Visi ini menegaskan bahwa penyelenggaraan haji bukan sekadar kegiatan administratif tahunan melainkan tugas negara yang strategis menyangkut martabat kualitas pelayanan publik," ujar Gus Irfan.

Sebagai langkah konkret dan respons atas instruksi Presiden Prabowo Subianto, Kemenhaj berhasil menekan biaya haji tahun 2026 menjadi Rp87 juta, turun dari tahun 2025 yang berada di angka Rp89 juta, meski menghadapi tantangan depresiasi nilai tukar Rupiah. Efisiensi ini dipastikan tidak akan mengurangi kualitas fasilitas, khususnya bagi jemaah prioritas agar penyelenggaraan haji tetap ramah lansia, ramah perempuan, dan ramah disabilitas. "Presiden Prabowo mengatakan kita akan terus berupaya menekan biaya haji. Dan itu bukan sekadar pertanyaan dari Presiden, bagi kami itu adalah suatu perintah," tegas Gus Irfan.

Pada sektor konsumsi, Kemenhaj memperkuat pilar kesuksesan ekosistem ekonomi dengan menargetkan ekspor kebutuhan logistik bagi 203 ribu jemaah haji selama 40 hari, di antaranya 600 ton bumbu, 2.000 ton beras, hingga lauk pauk berupa ikan patin. Pengadaan yang dibeli langsung oleh vendor Arab Saudi ini diupayakan berangkat pada minggu awal Ramadan. "Kita upayakan beras juga dari Indonesia dan ya nanti kita upayakan ikan, ikan patin segala macam, tidak mengambil dari negara lain tapi tetap mengambil dari Indonesia supaya masyarakat kita juga bisa merasakan manfaat dari haji ini," jelasnya.

Elshinta Peduli

Peningkatan mutu layanan juga menyasar percepatan birokrasi melalui integrasi digital Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) dengan aplikasi Nusuk milik Arab Saudi yang dinyatakan rampung pada 23 Januari lalu. Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemenhaj, Farosa, memastikan bahwa pengurusan visa kini jauh lebih efisien dibandingkan metode manual yang membutuhkan waktu berbulan-bulan. "Memastikan bahwa proses pengerjaannya bisa seamless otomatis dan juga yang jelas waktu yang dibutuhkan akan sangat cepat bahkan hitungannya hanya satu atau dua hari," papar Farosa.

Seluruh transformasi dan narasi positif ini dihadirkan untuk memberikan ketenangan bagi calon jemaah haji. Sebagai bentuk edukasi, para jemaah, teristimewa kelompok lansia dan disabilitas, diimbau untuk selalu waspada melakukan proses pelunasan haji hanya melalui bank penerima setoran resmi yang ditunjuk pemerintah. Selain itu, jemaah diharapkan mulai menjaga asupan gizi, rutin berolahraga ringan, dan menghemat tenaga agar kelak dapat melaksanakan rukun haji dengan prima dan meraih haji yang mabrur. 

Bhery Hamzah MCH 2026

Elshinta Peduli

Similar News