Kemenhaj pastikan penyelenggaraan haji 2026 "On Schedule"
Kloter pertama berangkat 22 April 2026; pemerintah jamin keamanan jemaah dan berikan potongan biaya sekitar Rp2 juta.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memastikan seluruh tahapan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2026/1447 Hijriah berjalan sesuai jadwal. Kloter pertama jemaah Indonesia dijadwalkan mulai berangkat menuju Tanah Suci pada 22 April 2026.
Pemerintah menegaskan bahwa situasi di Arab Saudi saat ini aman dan kondusif untuk pelaksanaan ibadah. Kepastian ini sekaligus merespons kekhawatiran masyarakat terkait dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah.
“Per hari ini, 8 April 2026, seluruh proses persiapan penyelenggaraan haji alhamdulillah *on schedule* dan sudah matang kita siapkan,” ujar Juru Bicara Kemenhaj RI, Ichsan Marsha, saat wawancara di Radio Elshinta, Rabu (8/4/2026).
Selain kepastian jadwal, pemerintah kata Ichsan, berkomitmen menurunkan biaya haji sekitar Rp2 juta bagi jemaah. Kebijakan ini tetap berlaku meskipun terdapat tekanan kenaikan harga avtur akibat kondisi global.
Ichsan mengatakan penurunan biaya tersebut merupakan hasil efisiensi berbagai komponen layanan tanpa mengurangi kualitas fasilitas bagi jemaah.
“Jika pun ada kenaikan biaya seperti avtur, dipastikan tidak akan dibebankan kepada jemaah. Yang diturunkan adalah biaya, tetapi kualitas layanan harus lebih baik,” tegasnya.
Menurut jadwal, jemaah akan mulai memasuki asrama haji pada 21 April mendatang. Kesiapan dokumen seperti visa saat ini dilaporkan telah mendekati 100 persen.
Tahun ini, pemerintah juga memperkenalkan inovasi berupa pembagian kartu nusuk di setiap embarkasi sebelum keberangkatan. Langkah ini bertujuan untuk memperlancar proses administrasi jemaah saat tiba di Arab Saudi.
“Gelombang pertama akan menuju Bandara Madinah, kemudian disusul gelombang kedua ke Jeddah,” jelas Ichsan.
Ia menambahkan, pemerintah saat ini juga tengah membenahi sistem distribusi kuota haji dengan formula berbasis proporsi daftar tunggu nasional. Sistem baru ini diharapkan dapat mengurangi ketimpangan durasi antrean antar-daerah di Indonesia.
“Dengan formula ini, antrean di daerah yang terlalu panjang bisa diseimbangkan sehingga lebih adil,” pungkas Ichsan.
Kemenhaj mengimbau seluruh calon jemaah untuk menjaga kesehatan fisik dan mental menjelang jadwal keberangkatan yang tinggal menghitung hari.
Dedi/Rama


