Eropa dapat boikot Piala Dunia untuk protes klaim AS atas Greenland
Ilustrasi - Suasana kota di Greenland. ANTARA/Anadolu/py.
Aksi boikot terhadap pelaksanaan Piala Dunia di Amerika Serikat mungkin dapat dipertimbangkan sebagai langkah protes paling ekstrem terhadap klaim Washington atas Greenland, kata seorang politisi Jerman.
"Memboikot turnamen harus dipertimbangkan hanya sebagai langkah terakhir untuk menyadarkan Presiden Trump terkait isu Greenland," kata juru bicara kebijakan luar negeri partai Kristen demokrat Jerman CDU/CSU, Jurgen Hardt, pada Jumat.
Sebagaimana dikutip laporan koran Bild, jubir partai tersebut menyoroti sikap Trump yang telah memperlihatkan betapa pentingnya Piala Dunia bagi dia.
Laporan media Yordania Roya News pada 10 Januari menyebut ada hampir 17.000 pencinta sepak bola yang membatalkan tiket Piala Dunia mereka menyusul seruan boikot dalam rangka memprotes kebijakan AS.
Piala Dunia FIFA 2026 akan digelar bersama oleh Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Turnamen tersebut, yang pertama kalinya melibatkan 48 tim peserta, akan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026.
Sementara itu, AS akan menjadi tuan rumah Olimpiade 2028 di Los Angeles.
Presiden AS Donald Trump berulang kali menyampaikan bahwa Greenland harus menjadi wilayah AS atas dasar posisinya yang strategis untuk keamanan nasional serta dengan dalih mempertahankan "dunia bebas" dari China dan Rusia.
Otoritas Denmark dan Greenland menegaskan bahwa AS tak boleh mencaplok Greenland dan meminta AS menghormati keutuhan wilayahnya.
Greenland merupakan koloni Denmark hingga 1953, dan wilayah tersebut mendapat otonomi luas pada 2009 yang mencakup wewenang memerintah dan menentukan kebijakan dalam negeri secara mandiri.
Sumber: Sputnik

