JD Vance: AS harus hentikan dana untuk perang Ukraina

Update: 2026-04-15 06:50 GMT

Arsip foto - Tentara Ukraina menembakkan artileri D-30 ke posisi Rusia di arah Klishchiivka saat perang Rusia-Ukraina berlanjut di wilayah Donetsk, Ukraina (12/8/2023). (ANTARA/Anadolu Agency/Diego Herrera Carcedo/aa.)

Indomie

Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance berkata bahwa ia masih meyakini AS seharusnya tak lagi mengirimkan uang untuk membiayai konflik militer di Ukraina.

"Saya pernah bilang kalau kita harus berhenti mendanai perang di Ukraina ... dan saya masih meyakini hal tersebut," kata Vance saat berbicara dalam agenda organisasi konservatif AS Turning Point USA.

Ia menyebut keputusan Presiden Donald Trump untuk berhenti memberikan senjata kepada Ukraina, kini diganti dengan menjual senjata ke Kyiv, sebagai salah satu pencapaian terbesar dari pemerintahan AS saat ini.

Dalam pertemuannya dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte pada Juli lalu, Presiden Trump mengatakan bahwa Washington tetap akan memasok senjata ke Ukraina, tetapi negara-negara Eropa harus menanggung biaya semua persenjataan tersebut.

Ia menyebut langkah tersebut sebagai "kesepakatan besar" dengan "peralatan militer senilai miliaran dolar AS" akan dibeli dari AS.

Adapun pihak Rusia memandang keputusan memasok senjata ke Ukraina menghalangi upaya perdamaian dan justru dapat menarik NATO ke pusaran konflik.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan, pengiriman logistik apapun yang mengangkut senjata bagi Ukraina akan dianggap sebagai target yang sah untuk diserang pihak Rusia.

Sumber: Sputnik

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News