Meksiko kirim lebih dari 800 ton bantuan kemanusiaan ke Kuba
Arsip foto - Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum
Pemerintah Meksiko mengirimkan bantuan kemanusiaan berupa pangan dan barang kebutuhan pokok ke Kuba menggunakan dua kapal angkatan laut, demikian pengumuman Kementerian Luar Negeri Meksiko.
“Bantuan kemanusiaan dikirim ke Republik Kuba dengan kapal logistik Papaloapan dan Isla Holbox, yang mengangkut lebih dari 814 ton bahan pangan untuk penduduk sipil di pulau tersebut,” kata kementerian itu.
Kedua kapal bertolak dari Pelabuhan Veracruz pada 8 Februari. Kapal Papaloapan membawa sekitar 536 ton pangan dan barang kebutuhan pokok, termasuk susu cair, produk daging, beras, kacang-kacangan, biskuit, tuna dan sarden kalengan, minyak nabati, serta produk kebersihan pribadi.
Sementara itu, kapal Isla Holbox mengangkut lebih dari 277 ton susu bubuk yang diperuntukkan bagi kebutuhan kemanusiaan. Pelayaran diperkirakan memakan waktu sekitar empat hari.
Pemerintah Meksiko juga mengumumkan bahwa pengiriman bantuan tambahan tengah dipersiapkan, berupa lebih dari 1.500 ton susu bubuk dan kacang-kacangan untuk Kuba.
Bantuan tersebut diberikan atas arahan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum dan mencerminkan prinsip kemanusiaan serta tradisi solidaritas rakyat Meksiko.
Pada 29 Januari, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang memberi kewenangan kepada AS untuk memberlakukan bea masuk atas barang dari negara-negara yang menjual atau memasok minyak ke Kuba.
Trump juga menetapkan status darurat dengan alasan adanya ancaman terhadap keamanan nasional yang disebut berasal dari Havana.
Setelah pasokan minyak ke Kuba dari Venezuela terhenti, Meksiko menjadi pemasok bahan bakar terbesar bagi pulau tersebut. Namun, pengiriman dari Meksiko ke Kuba juga dihentikan akibat langkah-langkah yang diambil pemerintahan AS.
Sheinbaum menjelaskan bahwa pasokan minyak ke Kuba dilakukan melalui kontrak komersial dan bantuan kemanusiaan, tetapi perintah eksekutif Presiden Donald Trump membuat kelanjutan pengiriman tersebut menjadi tidak pasti, karena pemerintah Meksiko tidak ingin merugikan rakyatnya sendiri.
Ia menegaskan pemerintah berupaya menyelesaikan persoalan ini melalui jalur diplomatik.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA


