Melayu Day ke-11 di Yala, perkuat diplomasi budaya Indonesia–Malaysia–Thailand

Update: 2026-02-13 23:49 GMT

Foto : Dokumentai Konsulat Republik Indonesia di Songkhla

Elshinta Peduli

Konsulat Republik Indonesia di Songkhla, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, berpartisipasi dalam penyelenggaraan Melayu Day ke-11 yang digelar pada 13–15 Februari 2026 di Sanam Chang Phueak Park, Kota Yala, Thailand Selatan.

Kegiatan tahunan yang diselenggarakan Pemerintah Kota Yala bekerja sama dengan Konsulat RI Songkhla dan Konsulat Jenderal Malaysia di Songkhla ini menjadi ajang promosi budaya sekaligus mempertegas kesamaan akar budaya masyarakat Melayu di kawasan Indonesia–Malaysia–Thailand (IMT).

Upacara pembukaan dilakukan Sekretaris Jenderal Southern Border Provinces Administrative Centre (SBPAC) Thailand, Piyasiri Wattanavarangkul, didampingi Konsul RI Songkhla Winardi H. Lucky serta Konsul Jenderal Malaysia di Songkhla Ahmad Fahmi Ahmad Sarkawi. Hadir pula mantan Ketua Parlemen Thailand, Wan Muhamad Noor Matha. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan komitmen memperkuat diplomasi budaya sebagai jembatan persahabatan dan kolaborasi kawasan.

Pada partisipasi tahun ini, Indonesia menghadirkan lebih dari 30 penampilan seni budaya, mulai dari tarian, musik, hingga pertunjukan kreatif yang menampilkan kedekatan tradisi Melayu di Indonesia, Malaysia, dan Thailand Selatan.

Selain itu, Paviliun Indonesia melibatkan sedikitnya 30 pelaku UMKM yang mempromosikan produk khas seperti batik, aksesori, makanan ringan, hingga kopi. Partisipasi ini juga membuahkan hasil konkret berupa penandatanganan dua Letter of Intent (LoI) kerja sama perdagangan produk herbal dan fesyen pada hari pertama pelaksanaan.

Elshinta Peduli

Konsul RI Songkhla, Winardi H. Lucky, menyatakan bahwa Melayu Day merupakan ruang strategis untuk memperkuat identitas budaya serumpun sekaligus mempererat hubungan antarmasyarakat lintas negara.

“Kesamaan budaya di kawasan IMT merupakan kekuatan yang dapat terus dirawat melalui kolaborasi seni, budaya, dan ekonomi kreatif, sehingga memperkokoh persahabatan dan konektivitas masyarakat lintas batas,” ujarnya. dalam keterangan tertulis yang diterima Sabtu (14/2/2026).

Sejumlah pengunjung menilai kesenian dan produk Indonesia terasa dekat dengan budaya lokal Thailand Selatan dan Malaysia, sehingga menciptakan suasana festival yang inklusif dan akrab.

Melalui kegiatan ini, KRI Songkhla mendorong sinergi budaya IMT semakin kuat serta membuka peluang kolaborasi berkelanjutan di bidang pariwisata, seni pertunjukan, dan pengembangan UMKM di kawasan Asia Tenggara

Deddy Ramdhani

Elshinta Peduli

Similar News