Menlu Venezuela kecam serangan AS yang dinilai ganggu stabilitas

Update: 2026-01-04 09:20 GMT

Pemandangan kota yang gelap usai serangan udara berskala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya oleh Amerika Serikat di Caracas, Venezuela, Sabtu (3/1/2026). ANTARA/Xinhua/Marcos Salgado/aa.

Elshinta Peduli

Venezuela menuduh Amerika Serikat mengguncang stabilitas kawasan setelah Presiden AS Donald Trump mengeklaim pasukannya melancarkan serangan besar dan menangkap Presiden Nicolas Maduro, tuduhan yang memicu kecaman internasional dan tuntutan klarifikasi, kata para pejabat.

Menteri Luar Negeri Venezuela Ivan Gil, dalam wawancaranya dengan kantor berita Rusia, RIA Novosti, mengatakan perdamaian Amerika Latin “terganggu” oleh tindakan Washington, seraya menilai klaim serangan itu sebagai ancaman serius terhadap stabilitas regional.

Trump pada Sabtu menyatakan AS telah menyerang Venezuela dan bahwa Maduro serta istrinya, Cilia Flores, ditangkap lalu dibawa ke luar negeri.

Sejumlah media melaporkan ledakan di Caracas dan menyebut operasi dilakukan unit elite Delta Force, namun tidak ada konfirmasi resmi dari Pentagon atau otoritas independen mengenai detail operasi tersebut.

Pemerintah Venezuela mengatakan pihaknya tidak mengetahui keberadaan Maduro dan menuntut bukti bahwa presiden masih hidup.

Pernyataan ini menambah ketidakpastian atas klaim Washington dan laporan media terkait peristiwa di ibu kota.

Trump kemudian mengunggah foto yang diklaim memperlihatkan Maduro berada di atas kapal AS, namun keaslian dan konteks gambar itu juga belum diverifikasi secara independen.

Sejumlah anggota Kongres AS dari kedua partai menyebut operasi tersebut ilegal dan melanggar hukum internasional, sementara pemerintahan Trump mengatakan Maduro akan dihadapkan ke pengadilan.

Elshinta Peduli

Kementerian Luar Negeri Venezuela menyatakan akan mengajukan pengaduan ke organisasi internasional dan meminta pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB untuk membahas tindakan Washington itu.

Caracas menilai klaim penangkapan pemimpinnya sebagai agresi terang-terangan dan pelanggaran kedaulatan, serta mendesak komunitas internasional menekan AS agar memberikan klarifikasi dan menahan eskalasi.

Rusia menyatakan solidaritasnya terhadap rakyat Venezuela dan khawatir atas laporan bahwa Maduro dan istrinya dipindahkan secara paksa sebagai bagian dari agresi AS.

Moskow menyerukan pembebasan Maduro dan Cilia Flores serta pencegahan eskalasi lebih lanjut, seraya menekankan penyelesaian damai sesuai Piagam PBB dan hukum internasional.

Para analis memperingatkan klaim yang saling bertentangan berisiko memperuncing ketegangan regional, sementara negara-negara Amerika Latin memantau perkembangan dengan kewaspadaan tinggi.

Sumber: Sputnik-OANA

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News