MER-C sebut konflik kawasan sebabkan bantuan logistik ke Gaza turun

Update: 2026-04-02 08:30 GMT

Arsip foto - Kerusakan parah dialami Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara setelah gencatan senjata antara Hamas dan Israel mulai diberlakukan (10/10/2025). (ANTARA/HO-MER-C/am.)

Indomie

Ketua Presidium MER-C Indonesia Hadiki Habib mengungkapkan bahwa agresi militer Amerika Serikat-Israel terhadap Iran membuat serangan sporadis Israel terhadap rakyat tak berdosa Palestina di Gaza berkurang namun konflik Timur Tengah yang meningkat itu berdampak besar terhadap penyaluran bantuan logistik ke wilayah kantong tersebut.

"Situasi terkini di Gaza menunjukkan bahwa serangan sporadis dari pihak Israel sempat berkurang banyak ketika terjadi konflik AS-Iran," kata Hadiki saat konferensi pers di Jakarta, Rabu.

Namun demikian, katanya, dampak konflik tersebut justru membuat Israel semakin memperketat perbatasan Gaza, sehingga penyaluran bantuan logistik ke wilayah kantong tersebut menurun drastis.

"Kondisi ini menyebabkan pasokan pangan di dalam Gaza semakin terbatas, sementara harga bahan makanan yang masih tersedia terus mengalami kenaikan," katanya.

Situasi tersebut dinilai berdampak besar terhadap kehidupan warga Gaza yang kini mulai memasuki fase "mengencangkan ikat pinggang" akibat tekanan ekonomi dan keterbatasan kebutuhan pokok.

Ia juga menambahkan bahwa Rumah Sakit Indonesia di Gaza saat ini berada di area yellow line, yakni batas imajiner yang ditetapkan pihak Israel dan menjorok masuk ke dalam wilayah Gaza.

Akibatnya, wilayah Gaza yang saat ini masih dapat dihuni penduduk diperkirakan hanya tersisa sekitar 50 persen dibandingkan kondisi sebelum 7 Oktober 2023.

Menurutnya, bangunan Rumah Sakit Indonesia masih berdiri utuh. Namun, hingga kini belum ada aktivitas di lokasi tersebut karena pada Mei 2025, tim Indonesia yang bertugas di fasilitas itu telah dievakuasi oleh otoritas kesehatan Palestina menyusul situasi keamanan yang dinilai "sangat tidak kondusif".

Elshinta Peduli

"Bersamaan dengan evakuasi tenaga kemanusiaan dan tenaga kesehatan itu, dilakukan pula pemindahan sejumlah peralatan medis dari lokasi tersebut demi alasan keselamatan," katanya.

Ia lebih lanjut mengatakan saat ini, terdapat satu WNI yang masih berada di Gaza, yakni seorang perawat perempuan yang sudah lima bulan berada di sana.

Dia menjalankan pelayanan kesehatan di sebuah klinik spesialis di Gaza yang bekerja sama dengan MER-C serta Kementerian Kesehatan Gaza.

Selain memberikan layanan kesehatan, katanya, sang perawat turut membantu penyaluran bantuan logistik kemanusiaan nonmedis, termasuk bantuan pangan, di tengah keterbatasan pasokan yang semakin parah.

"Kemudian, terkait misi kemanusiaan, pemberangkatan tim ke Gaza sejauh ini masih dijadwalkan secara reguler, termasuk pemberangkatan pada April. Namun demikian, pelaksanaannya tetap mempertimbangkan kesiapan individu dan situasi keamanan di lapangan," kata Hadiki.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News