PBB berharap tak terjadi eskalasi militer di Iran

Update: 2026-01-24 06:30 GMT

Seorang laki-laki berjalan di dekat bangkai-bangkai bus yang hangus terbakar akibat dari gelombang protes dan demonstrasi terakhir di Tehran, Iran, Rabu (21/1/2026). Data Organisasi Kedokteran Forensik Iran menyebut sedikitnya 3.117 orang tewas selama gelombang protes dan demonstrasi terakhir. ANTARA FOTO/Xinhua/Shadati/wsj.

Elshinta Peduli

Wakil juru bicara PBB, Farhan Haq, pada Jumat (23/1) menyampaikan bahwa badan dunia itu berharap segala upaya dapat dilakukan untuk menghindari eskalasi situasi di Iran, di tengah protes yang baru-baru ini terjadi di negara itu dan retorika AS terkait situasi tersebut.

"Tentunya, kami berharap agar semua langkah dapat dilakukan untuk menghindari eskalasi konflik di Iran. Sekretaris Jenderal (PBB) berulang kali menjelaskan bahwa kawasan tidak mampu menanggung eskalasi situasi di sana," kata Haq kepada awak media.

Haq menekankan PBB senantiasa percaya bahwa resolusi apapun tentang situasi di Iran, termasuk program nuklir mereka, perlu ditangani melalui negosiasi.

Pada akhir Desember, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan akan mendukung serangan baru terhadap Iran jika Teheran terus berupaya mengembangkan program rudal dan nuklir mereka.

Selanjutnya, di tengah aksi protes di Iran, Trump juga melontarkan ancaman serangan dahsyat jika para pengunjuk rasa terbunuh.

Presiden AS itu juga berjanji akan mendukung rakyat Iran jika diperlukan, seraya meyakini bahwa Republik Islam itu membutuhkan kepemimpinan baru.

Menanggapi hal itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan bahwa serangan terhadap Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, sama saja dengan perang skala penuh melawan Iran.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News