Simpanse cerdas asal Jepang tutup usia pada 49 Tahun

Update: 2026-01-13 01:40 GMT

Arsip - Simpanse betina bernama Ai diabadikan pada September 2018. (Kyodo/as)

Elshinta Peduli

Seekor simpanse betina di Jepang, yang dikenal mampu mengenali huruf dan angka, mati pada usia 49 tahun akibat usia lanjut dan kegagalan multi-organ, menurut sebuah lembaga penelitian.

Pusat Studi Asal-Usul Evolusi Perilaku Manusia Universitas Kyoto di Inuyama, Prefektur Aichi, pada Sabtu mengatakan bahwa simpanse bernama Ai itu lahir di Afrika Barat pada 1976 dan tiba di pusat penelitian itu pada tahun berikutnya.

Ai mulai mempelajari bahasa dengan menggunakan berbagai media, termasuk komputer, sejak usia 18 bulan.

Ia mati pada Jumat (9/1) saat dipantau kesehatannya, menurut pusat penelitian yang sebelumnya bernama Primate Research Institute tersebut.

Ai menunjukkan kemampuan literasi yang kuat, termasuk menunjuk aksara kanji yang berarti "hijau" setelah melihat gambar berwarna hijau. Majalah sains Inggris Nature menampilkan kisahnya pada 1985.

Pada 1989, Ai sempat melarikan diri dari kandangnya bersama seekor simpanse lain. Para peneliti menduga Ai membuka gembok kandang dengan kunci.

Pada 2000, Ai melahirkan seekor anak jantan bernama Ayumu. Kemampuan Ayumu menarik perhatian peneliti dalam studi tentang alih pengetahuan antara induk dan anak.

Sumber: Kyodo-OANA

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News