Yunani pastikan tidak mengerahkan pasukan ke Ukraina
Arsip foto - Tentara Ukraina menembakkan artileri D-30 ke posisi Rusia di arah Klishchiivka saat perang Rusia-Ukraina berlanjut di wilayah Donetsk, Ukraina (12/8/2023). ANTARA/Anadolu Agency/Diego Herrera Carcedo/aa.
Pemerintah Yunani menyatakan pihaknya tidak akan ikut dalam pengerahan pasukan militer Eropa di Ukraina, tetapi tidak menutup kemungkinan memberikan jenis bantuan lain.
"Yunani tidak akan berpartisipasi dalam pengerahan pasukan militer Eropa di wilayah Ukraina, seperti yang telah dijelaskan oleh perdana menteri," kata sumber Pemerintah Yunani kepada wartawan,Selasa.
Namun, Yunani kemungkinan memberikan bantuan dengan cara lain di luar Ukraina, termasuk pengawasan maritim, kata sumber tersebut lebih lanjut.
Paris, ibu kota Prancis, Selasa, menjadi tuan rumah pertemuan tingkat tinggi Koalisi Sukarela yang antara lain membahas jaminan keamanan untuk Ukraina, termasuk pembentukan pasukan multinasional.
Utusan khusus Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff, dan menantu Trump, Jared Kushner, juga hadir dalam pertemuan tersebut.
Pada pertemuan koalisi tersebut, Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis juga dilaporkan berbicara tentang perlunya mengkoordinasikan posisi Eropa agar Uni Eropa memiliki strategi yang jelas dalam perundingan dengan AS dan Rusia.
Pada saat yang sama, Perdana Menteri Kroasia Andrej Plenkovic mengatakan di platform sosial X bahwa Kroasia juga tidak akan mengirim pasukannya ke Ukraina.
Sumber: Sputnik-OANA

