BAZNAS RI hadirkan "Pesantren 1.000 Cahaya Ramadan" bagi penyandang disabilitas

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menghadirkan keceriaan Ramadan bagi kelompok disabilitas melalui program "Pesantren 1000 Cahaya Ramadan".

Update: 2026-03-11 10:00 GMT

Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.

Indomie

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menghadirkan keceriaan Ramadan bagi kelompok disabilitas melalui program "Pesantren 1000 Cahaya Ramadan". Kegiatan yang sarat akan nilai dakwah dan kemanusiaan ini dilaksanakan bersama mahasiswa Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) Institut Pertanian Bogor (IPB) di Yayasan Penyandang Disabilitas (YPD) Kota Bogor, Sabtu (7/3/2026).

Sebanyak 45 anak dengan berbagai ragam disabilitas mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias, salah satunya adalah sesi kreatif mewarnai sketsa bendera Palestina. Aktivitas ini bertujuan untuk mengenalkan nilai solidaritas kemanusiaan sejak dini kepada anak-anak istimewa tersebut.

Kepala Divisi Pendidikan dan Dakwah BAZNAS RI, Farid Septian, menjelaskan bahwa program ini merupakan aksi serentak yang digerakkan oleh mahasiswa BCB di 233 titik yang tersebar di 30 Provinsi di Indonesia serta 10 Negara, termasuk menjangkau pengungsi Palestina di Timur Tengah.

“Pesantren 1000 Cahaya Ramadan dirancang untuk menginspirasi dan memberikan pengajaran keislaman bagi kelompok difabel dan marginal yang selama ini mungkin belum tersentuh pendidikan agama yang memadai. Ini adalah bukti nyata bahwa zakat itu inklusif, hadir menjadi cahaya bagi semua kalangan,” ujar Farid.

Senada dengan itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menegaskan komitmen BAZNAS dalam merangkul anak-anak terpinggirkan. “Melalui program ini, kita tidak hanya memberikan pendampingan materi, tetapi juga menghidupkan semangat literasi dan spiritualitas bagi mereka yang memiliki keterbatasan akomodasi layak,” ujarnya Saidah dalam keterangan tertulisnya.

Elshinta Peduli

Apresiasi tinggi datang dari Kepala Unit Wakaf dan Dana Sosial IPB University, Prof. Dr. Alla Asmara, S.Pt., M.Si. Ia menilai program ini merupakan wadah yang sangat baik untuk memupuk kepedulian sosial mahasiswa. “Kegiatan yang dilakukan adik-adik mahasiswa BCB ini menunjukkan empati yang luar biasa. Semoga aksi sosial ini memberikan manfaat dan keberkahan yang luas di bulan Ramadan,” ungkap Prof. Alla.

Di sisi lain, Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Cabang Kota Bogor, Taufik, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kehadiran BAZNAS di tengah keterbatasan fasilitas yang mereka hadapi. Ia berharap kegiatan ini menjadi pemantik bagi pihak lain untuk memberikan perhatian pada kesetaraan dan pemberdayaan disabilitas.

“Kami berterima kasih kepada BAZNAS atas program Pesantren 1000 Cahaya Ramadan ini. Saat ini kami masih berjuang mandiri untuk biaya operasional dan pelatihan guru berkebutuhan khusus. Kami ingin menunjukkan bahwa disabilitas pun bisa berdaya jika diberikan kesempatan yang setara,” jelas Taufik.

Manfaat kegiatan tersebut turutdirasakan oleh para orang tua, salah satunya Siti Salimah, ibunda dari Nabilah (penyandang autis). Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya perhatian dari BAZNAS bagi anak-anak disabilitas dewasa yang sudah lulus sekolah namun minim wadah berkegiatan.

“Alhamdulillah, terima kasih BAZNAS sudah hadir di YPD. Bantuan dan kegiatannya sangat bermanfaat bagi anak-anak kami. Kami berharap perhatian seperti ini terus berlanjut agar anak-anak istimewa ini tetap semangat,” pungkas Siti.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News