Dinkes Tangsel intensifkan pengawasan keamanan takjil di tujuh kecamatan
Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan (Dinkes Tangsel) terus melakukan monitoring dan pengawasan keamanan pangan takjil di tujuh kecamatan selama Ramadan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan makanan berbuka puasa yang dijual kepada masyarakat aman dikonsumsi serta terbebas dari bahan berbahaya.
Sumber foto: Cecep Supriatna/elshinta.com.
Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan (Dinkes Tangsel) terus melakukan monitoring dan pengawasan keamanan pangan takjil di tujuh kecamatan selama Ramadan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan makanan berbuka puasa yang dijual kepada masyarakat aman dikonsumsi serta terbebas dari bahan berbahaya.
Kepala Dinkes Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan, pengawasan dilakukan bersama UPTD Puskesmas di masing-masing wilayah kerja. Kegiatan tersebut meliputi pembinaan langsung kepada pedagang serta uji petik sampel pangan olahan siap saji di sentra-sentra penjualan takjil.
“Memasuki pertengahan Ramadan, intensitas penjualan takjil meningkat. Karena itu kami pastikan pengawasan tetap berjalan untuk mencegah potensi keracunan pangan di masyarakat,” ujar Allin, Rabu (4/3).
Ia menjelaskan, tenaga sanitarian puskesmas melakukan pemeriksaan menggunakan rapid test kit untuk mendeteksi kemungkinan kandungan bahan berbahaya seperti formalin, boraks, serta pewarna tekstil Rhodamin B dan Methanyl Yellow yang dilarang dalam pangan.
Selain pengujian, Dinkes Tangsel juga memberikan edukasi kepada pedagang dan penjamah pangan. Edukasi tersebut mencakup pentingnya menjaga kebersihan lokasi berjualan, memastikan makanan diolah dengan benar, serta dikonsumsi maksimal empat jam setelah matang.
“Pengolahan pangan harus benar dan tidak boleh menggunakan bahan berbahaya. Interval waktu dari makanan matang sampai dikonsumsi juga harus diperhatikan agar tetap aman,” tegasnya.
Pedagang juga diimbau menjual makanan dalam kondisi tertutup guna menghindari paparan debu, asap kendaraan, serangga, maupun droplet saat berbicara, bersin, atau batuk. Pangan siap saji sebaiknya ditempatkan dalam wadah bersih berbahan tara pangan (food grade).
Selain itu, proses pencucian peralatan seperti piring, gelas, dan sendok wajib menggunakan air bersih mengalir serta sabun untuk menjaga higienitas.
“Kebersihan peralatan dan tangan penjamah pangan menjadi kunci utama mencegah kontaminasi. Karena itu kami terus mengingatkan pedagang untuk disiplin menerapkan standar higiene sanitasi,” tambahnya.
Dinkes juga mengimbau masyarakat menerapkan lima kunci keamanan pangan, termasuk membeli pangan dengan prinsip Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin edar, dan Kedaluwarsa), menyimpan pangan secara aman, serta menyiapkan dan menyajikan makanan secara higienis.
Apabila masyarakat menemukan dugaan pelanggaran keamanan pangan, laporan dapat disampaikan ke puskesmas terdekat atau langsung ke Dinkes Tangsel.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama menjaga keamanan pangan agar ibadah Ramadan dapat dijalankan dengan sehat dan nyaman,” pungkas Allin seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Cecep Supriatna, Rabu (4/3).


