Esports di Asian Games 2026: Daftar game dan sistem pertandingan

Esports di Asian Games 2026 menghadirkan 11 game kompetitif dengan berbagai genre dan sistem pertandingan yang dipertandingkan pada 23 September–2 Oktober 2026.

Update: 2026-03-05 08:10 GMT

Esports di Asian Games 2026: Daftar game dan sistem pertandingan. (Sumber; AI Generated Image)

Indomie

Esports di Asian Games 2026 menjadi salah satu cabang yang paling disorot dalam pesta olahraga Asia yang berlangsung di Aichi dan Nagoya, Jepang. Turnamen esports ini dijadwalkan berlangsung pada 23 September hingga 2 Oktober 2026 di Aichi Sky Expo, Tokoname, dan mempertandingkan 11 game kompetitif dari berbagai genre, mulai dari MOBA, battle royale, hingga simulasi olahraga. Kehadiran esports di Asian Games 2026 menandai kelanjutan pengakuan olahraga elektronik sebagai cabang resmi dengan perebutan medali bagi negara-negara Asia.

Ajang ini berada di bawah koordinasi Olympic Council of Asia (OCA) bersama Japan Esports Union serta Asian Electronic Sports Federation. Pemilihan game dilakukan melalui rapat dewan eksekutif OCA pada Februari 2025 yang menetapkan daftar judul game dan format kompetisi yang akan digunakan dalam turnamen tersebut.

Jadwal dan lokasi pertandingan esports

Turnamen esports dalam Asian Games 2026 dijadwalkan berlangsung selama sepuluh hari, tepatnya dari 23 September hingga 2 Oktober 2026. Seluruh pertandingan dipusatkan di Aichi Sky Expo yang terletak di Tokoname, Prefektur Aichi, salah satu venue utama untuk cabang olahraga berbasis teknologi dan digital dalam ajang tersebut.

Asian Games 2026 sendiri berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026 di wilayah Aichi dan Nagoya. Dengan jadwal tersebut, kompetisi esports berada di tengah rangkaian pertandingan, memungkinkan babak kualifikasi, semifinal, hingga final berlangsung secara berurutan dalam satu venue yang sama.

Daftar game yang dipertandingkan

Sebanyak 11 nomor pertandingan esports telah disetujui oleh Olympic Council of Asia untuk dipertandingkan pada Asian Games 2026. Game yang masuk dalam daftar tersebut mencakup berbagai genre populer dalam dunia esports modern.

Elshinta Peduli

Daftar lengkap game yang dipertandingkan meliputi Competitive Martial Arts (yang mencakup seri Street Fighter, Tekken, dan The King of Fighters), Pokémon Unite, Honor of Kings, League of Legends, PUBG Mobile (Asian Games Version), Mobile Legends: Bang Bang, Identity V, Naraka: Bladepoint, Gran Turismo 7, eFootball Series, serta Puyo Puyo Champions.

Pembagian genre dan platform game

Game dalam esports di Asian Games 2026 dibagi berdasarkan jenis permainan dan platform yang digunakan, mulai dari mobile, PC, hingga konsol. Pembagian ini dibuat untuk memastikan variasi kompetisi sekaligus mencerminkan perkembangan ekosistem esports global.

Kategori mobile mencakup Honor of Kings, Mobile Legends: Bang Bang, PUBG Mobile, Pokémon Unite, dan Identity V. Sementara itu, kategori PC diwakili oleh League of Legends dan Naraka: Bladepoint. Untuk platform konsol terdapat Gran Turismo 7, eFootball Series, Puyo Puyo Champions, serta nomor Competitive Martial Arts yang menggabungkan beberapa game fighting dalam satu nomor medali.

Sistem pertandingan yang digunakan

Sistem pertandingan esports dalam Asian Games biasanya mengikuti format kompetitif resmi dari masing-masing game yang telah digunakan di turnamen internasional. Format tersebut dapat berupa sistem grup yang dilanjutkan ke babak gugur, atau langsung menggunakan bracket eliminasi tergantung jumlah peserta dari setiap negara.

Beberapa game berbasis tim seperti Mobile Legends, League of Legends, dan Honor of Kings umumnya menggunakan format pertandingan tim lima lawan lima dengan sistem best-of series di babak playoff. Sementara game lain seperti Gran Turismo 7 menggunakan format balapan simulasi dengan sistem poin, sedangkan Puyo Puyo Champions memakai sistem duel satu lawan satu berbasis ronde.

Perbedaan format dengan Asian Games sebelumnya

Asian Games 2026 membawa perubahan signifikan dibanding edisi sebelumnya di Hangzhou 2023 yang hanya mempertandingkan tujuh judul game. Dalam edisi terbaru ini, jumlah game bertambah menjadi 11 sehingga memperluas cakupan genre dan peluang medali bagi negara peserta.

Beberapa judul baru juga masuk ke dalam daftar kompetisi, sementara sebagian game dari edisi sebelumnya diganti. Misalnya, Arena of Valor dan Dota 2 tidak lagi dipertandingkan, sedangkan game seperti Honor of Kings, Mobile Legends: Bang Bang, Naraka: Bladepoint, dan Puyo Puyo Champions menjadi bagian dari lineup baru yang disetujui OCA.

Peran esports dalam perkembangan Asian Games

Kehadiran esports sebagai cabang resmi menandai perubahan penting dalam sejarah Asian Games. Setelah sebelumnya hanya tampil sebagai cabang demonstrasi pada Asian Games 2018 di Jakarta, esports kini telah menjadi nomor medali resmi yang dipertandingkan antarnegara di tingkat Asia.

Dengan bertambahnya jumlah game dan meningkatnya partisipasi negara, esports di Asian Games 2026 dipandang sebagai salah satu cabang olahraga digital terbesar di kawasan Asia. Turnamen ini juga menjadi panggung bagi atlet esports nasional untuk bersaing di level internasional sekaligus memperkuat posisi esports sebagai bagian dari ekosistem olahraga.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News