Final Piala Asia Futsal: Indonesia tanpa beban hadapi Iran

Pelatih Hector Souto menilai tekanan juara justru berada di pundak Iran jelang final AFC Futsal Asian Cup 2026 di Jakarta.

Update: 2026-02-06 09:14 GMT

Elshinta/ CAD

Elshinta Peduli

Jakarta, 6 Februari 2026 – Tim Nasional Futsal Indonesia menatap laga bersejarah di Final AFC Futsal Asian Cup 2026 dengan mentalitas baja dan tanpa beban. Skuad Garuda akan menantang sang raja futsal Asia, Iran, di Indonesia Arena pada Sabtu (7/2) besok.

​Pelatih Kepala Timnas Indonesia, Hector Souto, menegaskan bahwa status underdog justru menjadi keuntungan bagi timnya. Ia menepis anggapan bahwa tampil di final perdana akan membebani para pemain. Sebaliknya, pelatih asal Spanyol itu melancarkan perang psikologis (psywar) dengan menyebut segala tekanan kini berada di kubu lawan.

​"Futsal is Pleasure, Not Pressure"

Dalam konferensi pers pra-pertandingan hari ini, Jumat (6/2), Hector menekankan filosofinya bahwa futsal harus dinikmati.

​"Tekanan itu ada di hal lain, bukan di futsal. Futsal adalah kenikmatan (pleasure), bukan tekanan (pressure). Bagaimana kami bisa merasa tertekan jika ini adalah final pertama kami? Iran-lah yang seharusnya tertekan. Mereka wajib menang karena tradisi juara mereka," ujar Hector Souto.

​Hector memaparkan data statistik yang menunjukkan dominasi Iran. "Dari 105 pertandingan di AFC, Iran hanya kalah 4 kali. Mereka juara 13 kali dari 17 edisi. Jika mereka kalah besok, itu adalah kegagalan besar bagi mereka. Kami bisa gagal (karena underdog), tapi mereka tidak boleh," tambahnya.

Fakta Menarik: Kutukan Pelatih Spanyol bagi Iran

Hector Souto juga menyinggung fakta sejarah yang menarik terkait kekalahan langka Iran di kancah Asia. Ia mengingatkan bahwa Iran pernah ditumbangkan oleh tim yang dilatih oleh juru taktik asal Spanyol, seperti Miguel Rodrigo dan Jose Maria 'Pulpis' Pazos.

Elshinta Peduli

​"Hal baiknya adalah, mereka pernah kalah dari Miguel Rodrigo dua kali, dan dia orang Spanyol. Mereka juga kalah dari Pulpis di tahun 2012, dia juga orang Spanyol. Dan saya tidak tahu apakah Anda tahu dari mana saya berasal," ujar Hector dengan nada optimis, merujuk pada kebangsaan dirinya yang juga Spanyol.

Brian Ick: "Ini Rumah Kita!"

Senada dengan sang pelatih, pemain andalan Indonesia, Wendy Brian Lindrey Ick, menegaskan kesiapan mental rekan-rekannya. Bermain di hadapan 10 ribu suporter yang akan kembali memadati Indonesia Arena, Brian menyebut dukungan publik tuan rumah adalah motivasi terbesar, bukan beban.

​"Bagi saya tidak ada tekanan sama sekali, karena ini kali pertama Indonesia masuk final. Justru untuk memotivasi diri, saya merasa ini adalah rumah kita. Saya dan teman-teman tidak mau kalah di rumah sendiri," tegas Brian.

Strategi: Pemulihan dan Bermain Pintar

Menghadapi Iran yang memiliki waktu istirahat lebih lama dan tidak bermain hingga babak perpanjangan waktu (extra time) di semifinal, Hector Souto fokus pada pemulihan fisik pemain.

​"Kami sedang dalam proses pemulihan. Kemarin adalah laga yang melelahkan. Kami tidak bisa bermain dengan intensitas pressing tinggi selama 40 menit penuh melawan tim sekuat Iran. Kami harus bermain pintar (smart), mengatur tempo, dan membawa pertandingan hingga menit-menit akhir dengan peluang kemenangan," jelas Hector.

​Meski mengakui kualitas individu pemain bintang Iran seperti Hossein Tayebi, Saeid Ahmad Abbasi, Moslem Oladghobad, dan Salar Aghapour, Hector percaya pada kekuatan kolektif dan kebersamaan (togetherness) Skuad Garuda.

​Jadwal Pertandingan Final:

- ​Laga: Indonesia vs Iran

- ​Hari/Tanggal: Sabtu, 7 Februari 2026

- ​Venue: Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta

Timnas Futsal Indonesia mencetak sejarah dengan lolos ke final Piala Asia Futsal untuk pertama kalinya, setelah sebelumnya sukses menjuarai SEA Games dan ASEAN Futsal Championship. Di bawah asuhan Hector Souto, Indonesia menjelma menjadi kekuatan baru futsal Asia. (Candra Dinata)

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News