Banjir Jakarta meluas, 44 RT terendam usai hujan deras sejak malam

BPBD Jakarta catat 44 RT dan 14 ruas jalan terendam banjir. Cuaca ekstrem juga memicu pohon tumbang di Jakarta Selatan yang menewaskan seorang pengendara motor

Update: 2026-03-08 00:25 GMT

Banjir merendam rumah di Komplek Polri Pondok Karya Rw 04 Kelurahan Pela Mampang, Jakarta Selatan. Hujan deras semalam mengakibatkan meluapnya air Kali Mampang, ketinggian air mencapai 170 cm imbasnya Jln Kapten Tendean tergenang air hingga 40-50 cm Foto dan video : Radio Elshinta Rhio Atma Prasetio

Indomie

Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak Sabtu malam hingga Minggu dini hari memicu banjir di sejumlah wilayah ibu kota. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat jumlah wilayah terdampak terus bertambah hingga pagi hari. Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Aji mengatakan data genangan masih bergerak seiring hujan yang masih turun di beberapa wilayah.

“Data selalu berubah. Sebelumnya sekitar 30 RT, terakhir pukul 05.00 WIB sudah menjadi 44 RT yang terendam. Selain itu ada sekitar 14 ruas jalan yang tergenang,” kata Isnawa Aji dalam wawanara Edisi Pagi Radio Elshinta Minggu (8/3/2026).

Selain banjir, cuaca ekstrem juga memicu insiden pohon tumbang di wilayah Tanjung Barat, Jakarta Selatan, pada dini hari. Seorang pengendara motor dilaporkan meninggal dunia setelah tertimpa pohon yang roboh akibat angin kencang.

“Korban sudah dibawa ke rumah sakit. Kami juga sudah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk membantu keluarga korban serta mengevaluasi kondisi pohon-pohon besar di sepanjang jalan,” ujar Isnawa.

Genangan meluas di Jakarta Barat dan Selatan

Sejumlah wilayah yang terdampak banjir berada di Jakarta Barat, seperti Joglo, Kedoya Utara, Kedoya Selatan, Kaliangke, Sukabumi Selatan, hingga Kembangan Utara dan Kembangan Selatan.

Sementara di Jakarta Selatan, genangan dilaporkan terjadi di Cilandak, Cipete Utara, Petogogan, Pela Mampang, Duren Tiga, hingga Cilandak Timur.

Menurut Isnawa, kenaikan tinggi muka air terutama terjadi di kawasan yang berada di bantaran sungai akibat curah hujan yang tinggi.

Elshinta Peduli

“Kalau di Jakarta Barat itu pengaruh Kali Pesanggrahan. Bahkan bendungan di perbatasan dengan Tangerang juga mulai naik lagi,” ujarnya.

Sementara it reporter Radio Elshinta Rhio Atma Prasetya melaporkan banjir merendam rumah warga di Komplek Polri Pondok Karya RW 04, Kelurahan Pela Mampang.

"Hujan deras sejak semalam menyebabkan Kali Mampang meluap, sehingga air masuk ke permukiman warga dengan ketinggian mencapai 170 sentimeter," ujar Rhio

Rhio menambahkan genangan juga berdampak pada lalu lintas di sekitar kawasan tersebut. Air dilaporkan menggenangi Jalan Kapten Tendean dengan ketinggian sekitar 50 sentimeter, sehingga menghambat kendaraan yang melintas.

Isnawa mengatakan personel BPBD sudah bekerja sejak malam untuk memantau kondisi banjir dan membantu penanganan di lapangan. Sebagian petugas bahkan tetap berjaga hingga waktu sahur meski saat ini memasuki bulan Ramadan.

“Anak buah saya dari malam sampai sahur masih bekerja di lapangan. Mereka tetap menjalankan tugas walaupun sedang Ramadan,” kata dia.

BPBD juga terus memantau perkembangan cuaca bersama BMKG untuk mengantisipasi potensi hujan ekstrem. Jika kondisi cuaca semakin buruk, pemerintah daerah mempertimbangkan kembali melakukan operasi modifikasi cuaca.

Selain itu, Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta juga mengoptimalkan rumah pompa, polder, serta pompa mobile di sejumlah titik rawan banjir.

Warga diminta aktif melapor

BPBD meminta masyarakat ikut berperan aktif melaporkan kondisi genangan di lingkungan masing-masing. Dengan luasnya wilayah Jakarta dan keterbatasan personel, laporan warga dinilai penting untuk mempercepat pembaruan data di lapangan.

“Kadang personel kami terbatas untuk memantau semua titik. Karena itu kami minta warga, RT, RW, dan masyarakat ikut melaporkan genangan, ketinggian air, atau kejadian darurat lainnya,” kata Isnawa.

Laporan dapat disampaikan melalui layanan darurat 112 yang terhubung dengan berbagai instansi di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di tengah cuaca ekstrem, terutama di dekat sungai, danau, maupun pohon besar.

“Kalau hujan sangat deras, sebaiknya hindari aktivitas di bantaran kali atau tempat yang berisiko. Jika ada kejadian darurat seperti pohon tumbang atau jalan tergenang, segera laporkan ke 112,” ujarnya. (Nak)



Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News