Pemkab Batang: 13 lokasi terdampak banjir dan longsor
Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menginformasikan bahwa sebanyak 13 lokasi tergenang banjir dan tanah longsor akibat hujan deras dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak Jumat petang (16/1) hingga Sabtu (17/1) yang melanda di wilayah itu.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Batang Wawan Nurdiansyah di Batang, Sabtu, mengatakan bahwa sebanyak sembilan lokasi yang terdampak banjir dan empat tanah longsor terjadi di wilayah bagian atas atau pegunungan.
"Curah hujan tinggi yang berlangsung cukup lama menyebabkan beberapa kejadian longsor dan banjir di sejumlah wilayah ini. Saat ini sebagian warga terdampak banjir mengungsi ke lokasi yang lebih aman," katanya.
Pemkab Batang mencatat empat kejadian tanah longsor yang mengakibatkan tujuh rumah rusak yang terjadi di Desa Tombo, Kecamatan Bandar, Desa Reban, Kecamatan Reban, Desa Kecepak, Kecamatan Batang, serta Desa Wonobodro, Kecamatan Blado.
Kemudian banjir yang menggenangi rumah penduduk di sembilan wilayah yaitu Kelurahan Karangasem Utara, Kasepuhan, Watesalit, Proyonanggan Tengah, Desa Klidang Lor, Denasri Kulon, Kalipucang Wetan, Kalipucang Kulon, dan Kalisalak.
Ia mengatakan banjir yang melanda di Kelurahan Karangasem Utara dengan ketinggian air mencapai 30 sentimeter hingga 120 sentimeter mengakibatkan sebanyak 3.196 kepala atau sekitar 12.784 jiwa terpaksa mengungsi. Demikian pula, 2.400 warga yang menghuni di wilayah Desa Klidang Lor juga mengalami musibah yang sama.
"Ya, sebagian warga masih tetap bertahan di rumah namun ada pula mengungsi sementara di Masjid Al Ikhlas RW 05," katanya.
Ia mengatakan pihaknya bersama unsur terkait seperti TNI, Polri, dan relawan terus melakukan pantauan dan penanganan awal di lokasi kejadian.
"Kami mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi bencana susulan mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi, " katanya.


