10 manfaat kurma yang jarang diketahui

Manfaat kurma termasuk dukungan pencernaan, kesehatan jantung, otak, mengkonrol gula darah, kekebalan, hingga peran dalam persalinan.

Update: 2026-01-20 12:00 GMT

Kurma punya banyak manfaat.

Elshinta Peduli

Selama ini kurma dikenal identik dengan bulan Ramadan atau sekadar pengganti gula alami. Namun di balik rasanya yang enak itu, kurma menyimpan komposisi biologis yang kompleks. Seain tinggi akan gula alami, kurma juga kaya serat, mineral esensial, serta senyawa bioaktif yang jarang dibahas dalam konsumsi sehari-hari. Beberapa manfaat kurma, justru bekerja secara perlahan dan sistemik, sehingga sering luput dari perhatian banyak orang. Berikut adalah 10 manfaat kurma yang jarang diketahui:

1. Mendukung keseimbangan usus

Kurma mengandung serat larut dan tidak larut dalam jumlah signifikan. Serat ini berperan sebagai substrat bagi bakteri baik di usus besar. Konsumsi kurma dapat meningkatkan aktivitas mikrobiota usus yang berkaitan dengan produksi asam lemak rantai pendek, senyawa penting bagi kesehatan saluran cerna dan metabolisme.

2. Membantu Regulasi tekanan darah

Kandungan kalium pada kurma tergolong tinggi dibandingkan banyak buah kering lain. Kalium berperan dalam menjaga keseimbangan cairan dan kontraksi pembuluh darah. Asupan kalium yang cukup berkaitan dengan penurunan risiko hipertensi, terutama bila dikombinasikan dengan pola makan rendah natrium.

3. Berperan dalam fungsi saraf

Kurma mengandung magnesium dan vitamin B kompleks dalam jumlah yang cukup. Kedua komponen ini berperan dalam transmisi impuls saraf dan fungsi neuromuskular. Kekurangan magnesium diketahui berkaitan dengan gangguan fungsi saraf, kelelahan, dan kram otot, sehingga konsumsi kurma dapat menjadi salah satu sumber mineral pendukung fungsi saraf harian.

4. Penyedia antioksidan

Elshinta Peduli

Kurma mengandung flavonoid, karotenoid, dan asam fenolik. Senyawa-senyawa ini berperan dalam menangkal radikal bebas yang memicu stres oksidatif. Stres oksidatif sendiri dikaitkan dengan proses penuaan sel dan perkembangan berbagai penyakit kronis.

5. Mendukung kepadatan tulang

Kurma mengandung kombinasi mineral seperti fosfor, mangan, kalsium, dan magnesium. Mineral-mineral ini berperan dalam pembentukan dan pemeliharaan jaringan tulang. Beberapa laporan gizi menyebutkan bahwa asupan mineral yang konsisten dari sumber alami berkontribusi pada pencegahan penurunan kepadatan tulang seiring bertambahnya usia.

6. Pengontrol glikemik

Meskipun memiliki rasa manis yang kuat, kurma memiliki indeks glikemik yang relatif rendah hingga sedang, tergantung varietasnya. Kandungan seratnya memperlambat penyerapan gula ke dalam darah. Konsumsi kurma dalam jumlah wajar tidak menyebabkan lonjakan gula darah setinggi gula rafinasi.

7. Mendukung proses persalinan alami

Konsumsi kurma menjelang persalinan berkaitan dengan durasi fase laten yang lebih singkat dan kebutuhan induksi medis yang lebih rendah. Kandungan senyawa tertentu dalam kurma diduga berperan dalam respons otot rahim, meski mekanismenya masih terus diteliti lebih lanjut.

8. Membantu pemulihan energi otot

Kurma menyediakan kombinasi glukosa alami dan elektrolit seperti kalium, yang penting dalam pemulihan fungsi otot setelah aktivitas fisik. Karena itu, kurma sering direkomendasikan sebagai sumber energi cepat bagi individu yang menjalani aktivitas fisik intens atau puasa berkepanjangan.

9. Mendukung sistem kekebalan tubuh

Antioksidan dan mikronutrien dalam kurma berperan dalam mendukung respons imun. Senyawa fenolik dalam kurma dapat membantu menekan proses inflamasi berlebihan yang berhubungan dengan penurunan daya tahan tubuh.

10. Berpotensi mencegah penyakit kronis

Kombinasi serat, antioksidan, dan mineral dalam kurma membuatnya sering dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular. Efek ini berkaitan dengan perbaikan profil lipid, penurunan stres oksidatif, dan dukungan terhadap fungsi metabolik secara umum.

Kurma mudah ditemukan, baik di supermarket, pasar modern, maupun melalui toko online, dengan berbagai varietas dan tingkat kualitas. Dengan memahami manfaat secara utuh, kurma tidak lagi sekadar dipandang sebagai buah musiman, melainkan sebagai sumber nutrisi alami dengan fungsi yang bekerja lintas sistem tubuh.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News