14 amalan sederhana yang dianjurkan di bulan Ramadan
14 amalan sederhana di bulan Ramadan yang dianjurkan untuk meningkatkan pahala, kepedulian sosial, dan ibadah harian, termasuk sedekah dan berbagi saat berbuka.
Ilustrasi. (Sumber: Istimewa)
Menjelang bulan Ramadan 2026, umat Muslim sedang menuju momen penting untuk memperbaiki kualitas ibadah sekaligus memperkuat kepedulian pada sesama. Selain menjalankan puasa wajib, terdapat berbagai amalan sederhana yang dianjurkan dan mudah diterapkan dalam keseharian. Amalan-amalan ini sarat akan nilai ibadah, seperti berbagi makanan berbuka dan melakukan sedekah. Berikut 14 amalan sederhana yang dianjurkan di bulan Ramadan beserta penjelasan.
1. Menjalankan puasa dengan niat lurus
Puasa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih pengendalian diri. Menjaga niat sejak awal untuk beribadah karena Allah SWT menjadi landasan utama agar puasa bernilai pahala. Dalam praktiknya, puasa yang dijalani dengan kesadaran penuh akan mendorong seseorang lebih berhati-hati dalam bersikap, termasuk dalam mengelola rezeki dan berbagi kepada sesama sepanjang bulan Ramadan.
2. Menyegerakan berbuka
Menyegerakan berbuka saat matahari terbenam adalah sunnah yang dianjurkan. Amalan ini mencerminkan kepatuhan terhadap ajaran Rasulullah SAW serta menghindarkan tubuh dari kelelahan berlebihan. Berbuka juga membangun keeratan sosial yang kuat, yaitu kebiasaan berbagi makanan berbuka, baik di rumah, masjid, maupun lingkungan sekitar.
3. Berbuka dengan kurma
Berbuka dengan kurma merupakan sunnah yang sangat dianjurkan karena selain jadi sumber energi cepat setelah berpuasa, juga merupakan bentuk ibadah. Ketika Ramadan berlangsung, kurma kerap hadir sebagai hidangan saat berbuka bersama.
4. Melaksanakan sahur
Sahur adalah amalan sunnah yang memiliki keberkahan. Sahur membantu menjaga stamina selama berpuasa, untuk bersiap memulai aktivitas harian. Kebiasaan sahur sering kali mendorong pola hidup lebih teratur selama Ramadan, termasuk kesadaran untuk makan yang cukup dan tidak berlebihan.
5. Memperbanyak baca Al-Qur’an
Ramadan dikenal sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an. Oleh karena itu, memperbanyak membaca, mendengarkan, dan memahami Al-Qur’an menjadi amalan utama. Kegiatan ini dapat dilakukan secara sendiri maupun berjamaah.
6. Menunaikan salat tarawih
Salat tarawih merupakan ibadah sunnah yang hanya ada di bulan Ramadan. Selain bernilai pahala besar, tarawih juga memperkuat kebersamaan sosial, terutama ketika dilaksanakan di masjid.
7. Memperbanyak salat sunnah malam
Selain tarawih, salat sunnah malam seperti tahajud menjadi amalan yang dianjurkan. Waktu malam Ramadan dikenal sebagai waktu yang tenang untuk berdoa dan bermuhasabah. Banyak umat memanfaatkan momen ini untuk memanjatkan doa sekaligus meminta kelancara rezeki.
8. Memperbanyak dzikir dan istighfar
Dzikir dan istighfar merupakan amalan ringan yang dapat dilakukan kapan saja. Di bulan Ramadan, amalan ini menjadi sarana untuk membersihkan hati dan memperbaiki niat.
9. Menjaga lisan dan perilaku
Puasa yang sempurna tidak hanya menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga dari perkataan dan perbuatan yang tidak bermanfaat. Menjaga lisan dan perilaku selama Ramadan membantu menciptakan suasana yang lebih harmonis.
10. Memberi makan orang yang berbuka
Memberi makan orang yang berpuasa, meskipun hanya dengan seteguk air atau sebutir kurma, memiliki keutamaan besar. Amalan ini menjadi salah satu bentuk sedekah yang paling mudah dilakukan selama Ramadan. Kegiatan berbagi makanan berbuka sering diwujudkan dalam bentuk pembagian paket takjil, buka puasa bersama, atau donasi.
11. Memperbanyak sedekah
Sedekah di bulan Ramadan memiliki nilai pahala yang berlipat ganda. Sedekah dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, mulai dari uang, makanan, hingga bantuan kebutuhan sehari-hari. Seiring perkembangan teknologi, sedekah juga semakin mudah dilakukan secara rutin melalui layanan keuangan yang menyediakan fitur khusus untuk menyalurkan donasi secara aman dan praktis.
12. Membayar zakat fitrah
Zakat fitrah merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu dan menjadi penutup ibadah puasa Ramadan. Tujuannya adalah menyucikan diri dan membantu masyarakat kurang mampu agar dapat merayakan Idul Fitri dengan layak. Proses pembayaran zakat kini semakin mudah, termasuk melalui sistem pembayaran non-tunai yang terintegrasi dengan lembaga resmi.
13. Membantu sesama
Ramadan adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan kepedulian, termasuk membantu tetangga, keluarga, atau lingkungan sekitar. Bantuan tidak selalu berbentuk materi besar, tetapi bisa berupa perhatian, tenaga, atau berbagi makanan.
14. I’tikaf di sepuluh hari terakhir
I’tikaf adalah amalan berdiam diri di masjid untuk fokus beribadah, terutama pada sepuluh hari terakhir Ramadan. Amalan ini menjadi kesempatan untuk memperbanyak doa dan amal kebaikan. Dalam suasana ini, kesadaran untuk berbagi dan menutup Ramadan dengan sedekah diharapkan semakin kuat.
Dengan menjalankan 14 amalan sederhana ini, Ramadan 2026 dapat jadi momen memperkuat kepedulian sosial. Dari kebiasaan berbuka dengan kurma hingga sedekah yang disalurkan, setiap amalan memiliki dampak kebaikan serta keberkahan yang luas.


