Amalan sunnah yang dianjurkan di 10 Hari pertama Ramadan
Pelajari amalan sunnah di 10 hari pertama Ramadan 2026 agar ibadah lebih khusyuk dan bernilai.
Sepuluh hari pertama Ramadan memiliki keutamaan yang sangat besar. Rasulullah SAW menekankan agar umatnya memperbanyak amalan sunnah di awal bulan suci ini, karena momen ini menjadi fondasi spiritual untuk seluruh bulan.
Pada 10 hari pertama, hati dan pikiran lebih mudah khusyuk, mental ibadah lebih kuat dan pahala yang diperoleh berlipat ganda.
Dengan memaksimalkan awal Ramadan, seorang Muslim dapat menata ibadahnya secara konsisten hingga akhir bulan sehingga setiap puasa dan shalat bernilai maksimal.
1. Puasa sunnah di 10 hari pertama
Selain puasa wajib, melakukan puasa sunnah pada awal Ramadan sangat dianjurkan. Puasa tambahan seperti Senin-Kamis atau puasa ayyamul bidh tetap bisa dilakukan jika memungkinkan.
Tujuannya bukan sekadar menambah pahala, tetapi juga melatih disiplin tubuh dan mental untuk menjalankan ibadah dengan kesungguhan.
Puasa sunnah juga memiliki nilai spiritual yang dalam. Menahan lapar dan dahaga mengajarkan kesabaran, menajamkan konsentrasi, dan menyiapkan hati agar lebih fokus pada ibadah.
Banyak ulama menyebut bahwa puasa sunnah di awal Ramadan membentuk kesiapan mental sehingga ibadah sepanjang bulan tidak terasa berat, dan setiap doa serta dzikir lebih khusyuk diterima Allah SWT.
2. Membaca Al-Qur’an dan Dzikir
Sepuluh hari pertama adalah waktu yang tepat untuk memperbanyak membaca Al-Qur’an. Membaca Al-Qur’an bukan sekadar rutinitas, tetapi sarana untuk menenangkan hati, merefleksikan diri, dan mendekatkan diri kepada Allah.
Ayat demi ayat yang dibaca menjadi energi spiritual, memperkuat niat menjalankan puasa, dan menumbuhkan kesadaran akan hikmah setiap ibadah.
Dzikir pagi, sore, atau setelah shalat fardhu juga menjadi amalan utama. Dengan berdzikir, hati tetap tenang, pikiran fokus, dan doa menjadi lebih mustajab.
Bagi yang ingin menghitung dzikir dengan mudah, penggunaan tasbih digital bisa membantu menjaga konsistensi, terutama bagi pemula atau mereka yang sibuk namun tetap ingin memperbanyak ibadah.
3. Shalat sunnah malam
Shalat malam memiliki keutamaan yang besar, khususnya pada awal Ramadan. Rasulullah SAW mendorong umatnya memperbanyak shalat sunnah malam karena waktu ini mustajab untuk memanjatkan doa dan memohon ampunan.
Shalat malam membantu menata rutinitas ibadah, memperkuat kedisiplinan, dan meningkatkan kekhusyukan hati. Selain itu, shalat malam di awal Ramadan juga menjadi latihan spiritual.
Dengan rutin melakukan shalat malam, seorang Muslim membiasakan diri menghadapi tantangan fisik dan mental yang muncul selama ibadah di bulan suci.
Hal ini membuat puasa dan ibadah lainnya lebih ringan, penuh kesadaran, dan bernilai tinggi.
4. Sedekah dan infak
Memberikan sedekah pada 10 hari pertama Ramadan memiliki pahala berlipat ganda. Sedekah bisa berupa uang, makanan, atau kurma untuk sahur dan berbuka bagi mereka yang membutuhkan.
Amalan ini bukan sekadar memberi materi, tetapi juga menumbuhkan empati, kepedulian sosial, dan keberkahan bagi pemberi.
Sedekah awal Ramadan juga menegaskan niat seorang Muslim untuk berbagi kebaikan sejak awal bulan.
Dengan rutin bersedekah, hati semakin bersih, spiritual semakin kuat, dan ibadah lain seperti puasa dan shalat menjadi lebih bernilai karena dilakukan dengan hati yang ikhlas dan penuh kepedulian.
Sepuluh hari pertama Ramadan adalah waktu emas untuk memperbanyak amalan sunnah.
Dari puasa tambahan, membaca Al-Qur’an, berdzikir, shalat malam, hingga sedekah,
semuanya memiliki keutamaan dan hikmah tersendiri.
Amalan ini menyiapkan hati, pikiran, dan mental agar ibadah sepanjang bulan lebih khusyuk dan bernilai.
Fokus pada awal Ramadan, setiap Muslim dapat memulai bulan suci dengan fondasi spiritual yang kuat, penuh berkah, dan energi positif yang akan bertahan hingga akhir bulan.


