Pemerintah siapkan strategi arus mudik lebaran 2026
Pengaturan lalu lintas, WFA, perbaikan jalan, hingga rest area disiapkan pemerintah.
Elshinta/ AWM
PANDEGLANG, — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan pemerintah tengah menyiapkan berbagai langkah untuk menghadapi arus mudik Lebaran 2026, termasuk pengaturan lalu lintas, perbaikan infrastruktur jalan, hingga penyediaan rest area yang memadai.
“Pertama, dari Kementerian Perhubungan kita akan kembali mengatur alur dan arus mudik termasuk arus baliknya nanti. Dari tahun ke tahun kita sudah memiliki data statistik dan termasuk menggunakan AI untuk mengetahui kira-kira puncak-puncak mudik ini di tanggal-tanggal berapa, begitu pula pada saat kembalinya,” ujar AHY usai berdiskusi dengan komunitas pemuda ekonomi kreatif di Onyx, Kota Serang, Banten Jawa Barat, Sabtu (21/2/2026)
Ia mengatakan, salah satu upaya yang disiapkan adalah penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA) untuk membantu mengurai kepadatan perjalanan.
“Sehingga perlu pengaturan Work From Anywhere (WFA). Jadi satu hal, kita ingin mengurai kemacetan tidak terpusat di satu-dua hari tertentu, kita coba urai ke depan ataupun ke belakang,” kata dia.
Selain pengaturan arus perjalanan, pemerintah juga mempercepat perbaikan sejumlah ruas jalan yang akan digunakan pemudik.
“Yang kedua fasilitas ataupun prasarana jalannya. Ini kita akan terus kejar ya. Ada sejumlah ruas jalan tentunya yang harus segera diperbaiki, datanya ada di Kementerian Pekerjaan Umum. Yang paling penting ini kita pastikan agar jalur-jalur utamanya dulu termasuk arteri-arterinya yang juga harus diperbaiki,” ujarnya.
AHY juga menyoroti pentingnya kesiapan rest area bagi para pemudik, baik pengemudi kendaraan umum maupun kendaraan pribadi, guna mengurangi risiko kecelakaan akibat kelelahan.
“Kemudian rest area juga perlu disiapkan, karena biasanya kita mengantisipasi kelelahan, kejenuhan para pengemudi, apakah itu pengemudi kendaraan umum maupun kendaraan pribadi. Ini juga harus dipersiapkan rest area yang memadai, yang layak, sehingga ketika mereka perlu istirahat sejenak ini juga penting sekali,” kata AHY.
Ia menambahkan, kecelakaan lalu lintas saat arus mudik kerap terjadi akibat faktor kelelahan pengemudi. Karena itu, selain kesiapan infrastruktur, pemerintah juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat.
“Data kecelakaan lalu lintas setiap tahun itu terjadi karena memang kelelahan, kejenuhan. Dan ini perlu solusi. Jadi menyiapkan arus mudik yang baik itu pertama tentu prasarana, tapi yang kedua adalah mengedukasi juga masyarakat agar lebih menyadari bahwa jangan sampai kita terlibat dalam kecelakaan yang mengakibatkan apalagi fatalitas karena kelelahan dan kejenuhan tadi,” pungkas AHY. (Awaluddin Marifatullah)


