Bahaya tidur setelah Sahur bagi lambung dan kesehatan

Bahaya tidur setelah sahur bagi lambung dan kesehatan, membuat dampak yang tak terlihat seperti ganguang nutrisi, dehidrasi, sampai berat badan tidak teratur

Update: 2026-02-26 11:14 GMT

Bahaya tidur setelah Sahur bagi lambung dan kesehatan (Sumber: AI generate image)

Indomie

Bahaya tidur setelah sahur bagi lambung dan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan gangguan pencernaan, tetapi juga memengaruhi energi, fokus, hingga kualitas puasa sepanjang hari. Banyak orang mengira tidur kembali setelah sahur bisa menambah tenaga, padahal kebiasaan ini justru dapat mengganggu metabolisme tubuh, menurunkan penyerapan nutrisi, dan membuat tubuh lebih cepat lemas saat berpuasa.

Selama Ramadan, waktu makan dan tidur berubah drastis. Jika pola ini tidak diatur dengan baik, tubuh akan kesulitan beradaptasi. Akibatnya, rasa ngantuk berlebihan, pusing di siang hari, hingga penurunan produktivitas sering terjadi.

Ganggu penyerapan nutrisi

Setelah sahur, tubuh membutuhkan kondisi aktif agar nutrisi bisa diserap secara optimal. Saat seseorang langsung tidur, aliran darah cenderung melambat dan metabolisme menurun. Hal ini membuat proses distribusi energi dari makanan tidak berjalan maksimal.

Akibatnya, meskipun sudah makan cukup banyak, tubuh tetap terasa cepat lapar, lemas, atau tidak bertenaga sebelum waktu berbuka. Ini sering menjadi penyebab utama kenapa sebagian orang merasa puasanya lebih berat di siang hari.

Mengonsumsi menu sahur seimbang yang dipadukan dengan asupan nutrisi tambahan dapat membantu menjaga stamina agar tetap stabil sepanjang hari.

Picu energy crash

Tidur setelah makan dapat memicu lonjakan gula darah yang diikuti penurunan drastis (energy crash). Ketika bangun, tubuh terasa berat, mengantuk, dan sulit fokus.

Kondisi ini membuat aktivitas pagi terasa lebih berat, terutama bagi pekerja atau pelajar yang harus langsung beraktivitas setelah sahur. Jika terjadi terus-menerus selama Ramadan, performa harian bisa menurun tanpa disadari.

Elshinta Peduli

Ritme tubuh tidak teratur

Tubuh memiliki jam biologis (circadian rhythm) yang mengatur waktu tidur dan bangun. Kebiasaan tidur setelah sahur, lalu bangun lagi dalam waktu singkat, membuat ritme ini terganggu.

Dampaknya antara lain:

  • Mudah mengantuk sepanjang hari
  • Sulit tidur di malam hari
  • Kualitas tidur menurun
  • Tubuh terasa tidak segar meski durasi tidur cukup

Menjaga pola tidur yang konsisten jauh lebih penting daripada menambah waktu tidur secara singkat setelah sahur.

Risiko dehidrasi tersembunyi

Langsung tidur setelah sahur juga meningkatkan risiko dehidrasi. Saat tidur, tubuh tetap kehilangan cairan melalui pernapasan dan keringat, sementara tidak ada asupan cairan tambahan hingga waktu berbuka.

Jika sahur tidak diimbangi dengan minum cukup air dan langsung diikuti tidur, tubuh bisa lebih cepat merasa lemas, pusing, atau sulit konsentrasi di siang hari.

Memenuhi kebutuhan cairan serta elektrolit saat sahur dapat membantu menjaga keseimbangan tubuh dan mencegah rasa lelah berlebihan selama puasa.

Berat badan tidak terkontrol

Banyak orang berharap berat badan turun saat Ramadan, tetapi kebiasaan tidur setelah sahur justru bisa memberikan efek sebaliknya. Kalori yang baru masuk tidak digunakan untuk aktivitas dan lebih mudah disimpan sebagai lemak.

Jika ditambah dengan pola makan berlebihan saat berbuka, kenaikan berat badan selama Ramadan menjadi lebih sulit dihindari.

Alternatif selain tidur sehabis sahur

Jika masih mengantuk setelah sahur, lakukan aktivitas ringan selama 30-60 menit sebelum kembali tidur, seperti:

  • Jalan santai di dalam rumah
  • Stretching ringan
  • Membaca atau tadarus
  • Mempersiapkan kebutuhan kerja atau sekolah

Jika ingin tidur kembali, gunakan posisi kepala lebih tinggi dan batasi durasi tidur agar tubuh tidak masuk ke fase tidur dalam yang membuat bangun terasa lebih berat.

Bahaya tidur setelah sahur tidak hanya berdampak pada lambung, tetapi juga memengaruhi metabolisme, keseimbangan energi, dan kualitas puasa secara keseluruhan. Dengan memberi jeda setelah makan, menjaga asupan nutrisi dan cairan, serta mengatur pola tidur, tubuh bisa tetap bertenaga dan menjalani puasa dengan lebih nyaman.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News

Servis kendaraan sebelum mudik