Daftar hal-hal yang membatalkan puasa dan yang makruh
Pahami daftar hal-hal yang membatalkan puasa dan yang makruh secara lengkap untuk menjaga kesempurnaan ibadah Ramadan sesuai syariat Islam dan kesehatan tubuh.
Perhatikan bahwa hal-hal ini ternyata membatalkan puasa.
Menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat. Namun, ibadah ini bukan sekadar menahan lapar dan dahaga dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
Penting bagi setiap individu untuk memahami secara mendalam mengenai daftar hal-hal yang membatalkan puasa dan yang makruh sesuai syariat agar kualitas ibadah tetap terjaga dan tidak sia-sia.
Dengan memahami batasan-batasan ini, kita dapat lebih fokus dalam meningkatkan ketakwaan sekaligus menjaga kesehatan fisik selama bulan suci.
Hal-hal yang membatalkan puasa secara syariat
Dalam fiqih Islam, terdapat beberapa tindakan yang secara langsung menggugurkan keabsahan puasa seseorang. Jika salah satu dari hal ini dilakukan dengan sengaja, maka puasa tersebut dianggap batal dan harus diganti di hari lain (qadha), atau dalam kasus tertentu dikenai denda (kafarat).
1. Memasukkan sesuatu ke dalam lubang tubuh dengan sengaja
Makan dan minum adalah pembatal puasa yang paling dasar. Namun, definisi ini mencakup memasukkan benda apa pun secara sengaja ke dalam lubang tubuh yang berpangkal pada organ bagian dalam (jauf), seperti mulut, hidung, dan telinga. Jika seseorang makan atau minum karena lupa, puasanya tetap sah dan harus segera dilanjutkan.
2. Melakukan hubungan seksual di siang hari
Melakukan hubungan suami istri dengan sengaja saat sedang berpuasa bukan hanya membatalkan puasa, tetapi juga mewajibkan pelakunya untuk membayar kafarat berat (denda), yaitu berpuasa dua bulan berturut-turut atau memberi makan 60 orang miskin jika tidak mampu.
3. Muntah dengan sengaja
Jika seseorang merasa mual dan muntah secara alami tanpa disengaja, maka puasanya tetap sah. Namun, jika seseorang dengan sengaja merangsang muntah (seperti memasukkan jari ke tenggorokan), maka puasanya dinyatakan batal.
4. Keluar air mani dengan sengaja
Keluarnya air mani yang disebabkan oleh persentuhan kulit secara sengaja akan membatalkan puasa. Berbeda halnya jika keluar karena mimpi basah, yang mana hal tersebut tidak membatalkan puasa karena terjadi di luar kendali manusia.
5. Haid dan nifas bagi wanita
Wanita yang mengalami siklus bulanan atau nifas setelah melahirkan secara otomatis batal puasanya. Meskipun darah tersebut keluar sesaat sebelum waktu berbuka, puasa hari tersebut tetap tidak sah dan wajib diganti di kemudian hari.
6. Hilang akal atau murtad
Kondisi gila (junun) atau pingsan yang terjadi sepanjang hari akan membatalkan puasa. Begitu pula jika seseorang keluar dari agama Islam (murtad), maka seluruh amal ibadahnya, termasuk puasa, menjadi gugur.
Hal-hal yang makruh saat menjalankan puasa
Selain hal yang membatalkan, terdapat pula perbuatan yang bersifat makruh. Makruh berarti perbuatan tersebut sebaiknya dihindari karena dapat mengurangi pahala puasa atau berisiko menyebabkan puasa menjadi batal, meskipun secara hukum dasar puasa masih dianggap sah.
1. Berkumur atau menghirup air secara berlebihan
Saat berwudhu, diperbolehkan berkumur (madmadah) dan menghirup air ke hidung (istinshaq). Namun, melakukannya secara berlebihan (mubalaghah) hukumnya makruh karena dikhawatirkan air akan masuk ke kerongkongan secara tidak sengaja.
2. Mencicipi rasa makanan
Bagi seseorang yang sedang memasak untuk keperluan keluarga atau berbuka, mencicipi rasa makanan di ujung lidah diperbolehkan asalkan segera dikeluarkan kembali. Namun, jika dilakukan tanpa tujuan yang mendesak, hal ini dianggap makruh.
3. Menggunakan siwak atau sikat gigi setelah waktu zuhur
Sebagian ulama berpendapat bahwa menggunakan siwak atau menyikat gigi setelah matahari tergelincir (waktu zuhur) adalah makruh, karena dianggap menghilangkan aroma mulut orang berpuasa yang dalam hadis disebut lebih harum dari minyak kasturi di sisi Allah.
4. Berlebihan dalam tidur dan bermalas-malasan
Meskipun tidur orang berpuasa sering disebut ibadah, namun menghabiskan seluruh waktu puasa hanya untuk tidur tanpa melakukan aktivitas produktif atau ibadah lainnya dapat mengurangi esensi dari perjuangan menahan diri di bulan Ramadan.
Tips menjaga kebugaran agar puasa tetap sempurna
Agar terhindar dari hal-hal yang membatalkan puasa atau tindakan makruh akibat tubuh yang terlalu lemas, penting untuk memperhatikan pola konsumsi saat sahur dan berbuka.
Mengonsumsi makanan bergizi seimbang, mencukupi kebutuhan cairan dengan air mineral, serta menjaga kebersihan mulut dengan produk perawatan yang tepat adalah kunci kenyamanan beribadah.
Dengan persiapan yang matang, kita dapat menjalankan daftar hal-hal yang disunnahkan dan menjauhi hal-hal yang membatalkan puasa dan yang membuatnya makruh.


