Jenis oli untuk perjalanan jauh

Jenis oli untuk perjalanan jauh penting untuk menjaga performa mesin saat mudik. Simak rekomendasi oli terbaik, waktu ganti, dan tips cek oli sebelum lebaran.

Update: 2026-02-25 09:50 GMT

Jenis oli untuk perjalanan jauh (Sumber:AI generate image)

Indomie

Memilih jenis oli untuk perjalanan jauh merupakan salah satu persiapan penting sebelum mudik atau melakukan perjalanan jarak jauh. Oli tidak hanya berfungsi sebagai pelumas mesin, tetapi juga membantu menjaga suhu tetap stabil, mengurangi gesekan antar komponen, serta mencegah keausan dini.

Jika kondisi oli tidak optimal, risiko mesin cepat panas, performa menurun, hingga kerusakan di tengah perjalanan bisa meningkat.

Perjalanan jauh membuat mesin bekerja lebih keras dan dalam durasi yang lebih lama dibandingkan pemakaian harian. Karena itu, memastikan oli dalam kondisi baik sebelum berangkat adalah langkah sederhana yang dapat membantu perjalanan tetap aman dan nyaman.

Pentingnya oli untuk mudik

Saat mudik, kendaraan akan menempuh jarak ratusan kilometer, sering kali dalam kondisi macet atau membawa beban penuh. Situasi ini membuat suhu mesin meningkat lebih cepat.

Oli yang masih berkualitas akan membantu menjaga gesekan tetap minimal dan mencegah mesin mengalami overheat. Sebaliknya, oli yang sudah kotor atau menurun kualitasnya tidak mampu memberikan perlindungan maksimal, sehingga komponen mesin lebih cepat aus.

mudik akan menempuh dengan jarak ratusan kilometer, sering kali dengan kondisi arus mudik tentunya macet dan juga membawa beban barang yang penuh ko

Elshinta Peduli

Rekomendasi jenis oli 

Secara umum, terdapat tiga jenis oli yang digunakan pada kendaraan, yaitu oli mineral, semi sintetik, dan full sintetik. Untuk perjalanan jauh, oli semi sintetik atau full sintetik lebih disarankan karena memiliki daya tahan lebih baik terhadap suhu tinggi.

Jenis oli ini juga mampu menjaga kestabilan performa mesin dalam penggunaan jangka panjang, sehingga kendaraan tetap terasa halus dan responsif selama perjalanan.

Oli mineral vs sintetik

Oli mineral biasanya lebih terjangkau, tetapi masa pakainya relatif lebih pendek dan kurang stabil dalam kondisi panas ekstrem. Sementara itu, oli sintetik memiliki struktur molekul yang lebih stabil, sehingga mampu memberikan perlindungan lebih optimal.

Bagi kendaraan yang akan digunakan untuk perjalanan jauh atau melewati jalur padat dan menanjak, oli sintetik menjadi pilihan yang lebih aman untuk menjaga performa mesin.

Komponen kendaraan 

Biar performa tetap oke dan nggak gampang jajan ke bengkel, pastikan komponen ini aman:

Oli Mesin: Pelumas utama, mendinginkan suhu, dan pembersih dalam mesin.

Oli Power Steering: Rahasia biar putaran setir terasa ringan dan enteng.

Oli Gardan: Melumasi roda gigi penggerak biar nggak berisik dan awet.

Oli Transmisi: Bikin oper gigi (manual/matic) jadi halus dan nggak keras.

Minyak Rem: Nyawa sistem pengereman biar pakem dan nggak blong.

Pilih kekentalan yang tepat

Sesuaikan dengan kendaraan, kebutuhan tiap motor/mobil berbeda ditiap unitnya, pilih kekentalan yang sesuai:

Viskositas: Gunakan tingkat kekentalan oli yang sesuai dengan buku manual pabrikan agar sirkulasi pelumasan tetap lancar.

Waktu Ideal: Lakukan penggantian oli beberapa hari sebelum berangkat. Jangan lupa ganti filter oli agar sirkulasi pelumasan benar-benar bersih total.

Waktu ideal ganti oli

Jika jarak tempuh kendaraan sudah mendekati batas penggantian, sebaiknya lakukan penggantian oli beberapa hari sebelum berangkat. Servis lebih awal memberi waktu untuk memastikan tidak ada masalah pada mesin.

Sekalian, lakukan pengecekan filter oli agar sistem pelumasan bekerja maksimal. Saat menunggu proses servis di bengkel, jangan lupa tetap menjaga kondisi tubuh dengan minum air mineral yang cukup agar tetap segar, terutama jika antrean cukup panjang.

Risiko menggunakan oli lama

Menggunakan oli yang sudah melewati masa pakai dapat menyebabkan mesin bekerja lebih berat. Tanda-tandanya antara lain suara mesin lebih kasar, suhu cepat panas, dan tarikan terasa berat.

Dalam kondisi tertentu, pelumasan yang tidak optimal bahkan bisa memicu kerusakan komponen mesin. Tentu hal ini sangat berisiko jika terjadi saat perjalanan jauh.

Tips cek oli sebelum berangkat

Sebelum mudik, lakukan pengecekan sederhana menggunakan dipstick untuk melihat volume dan warna oli. Jika warna sudah terlalu hitam atau volumenya berkurang, segera lakukan penggantian.

Gunakan oli berkualitas dan lakukan servis di bengkel terpercaya agar perlindungan mesin lebih maksimal. Persiapan kecil seperti ini dapat membantu kendaraan tetap prima hingga sampai di tujuan tanpa kendala.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News

Manajemen BBM saat mudik

Tips Isi BBM saat mudik