Kue kering selalu jadi bagian dari tradisi Ramadan dan Lebaran

Kue kering selalu jadi bagian Ramadan dan Lebaran. Simak sejarah, budaya, tips praktis, dan camilan yang bikin momen puasa lebih berkesan.

Update: 2026-01-26 11:34 GMT

Kue kering selalu jadi bagian dari tradisi Ramadan dan Lebaran (Sumber:Istimewa)

Elshinta Peduli

Kue kering Ramadan selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari bulan puasa dan perayaan Lebaran. Tidak hanya sebagai camilan, kue kering juga menjadi simbol kebersamaan keluarga, tradisi turun-temurun, dan momen berbagi.

Popularitasnya tetap tinggi setiap tahun karena praktis, tahan lama dan bisa dinikmati kapan saja. Menjadikannya pilihan favorit saat sahur, buka puasa maupun ketika menjamu tamu.

Selain itu, kue kering juga kerap dipilih karena mudah dikombinasikan dengan minuman ringan atau teh manis yang otomatis membuka kesempatan promosi untuk brand minuman siap saji.

Sejarah kue kering di Ramadan

Sejak lama, kue kering dijadikan simbol kebersamaan keluarga. Toples kue kering diletakkan di ruang tamu atau meja makan, siap dinikmati tamu maupun anggota keluarga.

Aktivitas membuat kue kering mulai dari mencetak, menata, hingga menghias menjadi momen bersama keluarga yang mempererat hubungan dan mengenalkan tradisi kepada anak-anak.

Fenomena ini juga mendorong munculnya bisnis rumahan kue kering, termasuk varian modern dan premium.

Produk seperti nastar premium, kastengel coklat, dan biskuit artisanal laris manis setiap Ramadan karena banyak orang ingin memberikan yang terbaik untuk keluarga dan tamu.

Bahkan beberapa toko juga menambahkan paket kombinasi kue dan minuman kemasan sebagai satu set praktis, memudahkan keluarga yang ingin memberi hadiah Lebaran tanpa repot.

Elshinta Peduli

Kue kering dan aktivitas sehari-hari Ramadan

Kue kering menyesuaikan dengan aktivitas harian selama Ramadan. Saat ngabuburit, camilan manis seperti nastar, kastengel, atau biskuit coklat dari brand lokal premium menemani waktu menunggu berbuka.

Setelah tarawih, kue ringan seperti snack kacang atau bolu mini siap saji menjadi teman santai sebelum tidur atau sahur.

Bahkan saat sahur, beberapa jenis kue ringan memberikan energi cepat tanpa membebani perut.

Kehadiran produk-produk ini menyatu alami dengan rutinitas keluarga dan membantu pembaca menemukan rekomendasi cemilan praktis yang bisa langsung dicoba.

Selain itu, beberapa keluarga juga menyiapkan kue kering dengan rasa modern, seperti cookies coklat, almond, atau kacang mede yang cocok untuk menemani teh hangat atau kopi instan saat berbuka.

Sebagai tanda silaturahmi

Kue kering berperan penting dalam silaturahmi. Banyak keluarga menyiapkan toples kue untuk dibagikan ke tetangga, kerabat, atau tamu.

Produk seperti kue kering premium siap saji atau snack yang bisa memudahkan distribusi dan memberi kesan istimewa tanpa repot.

Tradisi ini membuat hubungan sosial tetap hangat, sekaligus memberi kesempatan keluarga mengekspresikan kreativitas dalam memilih rasa, bentuk, dan kemasan kue.

Beberapa keluarga bahkan menambahkan kemasan kue bersama minuman kemasan, seperti minuman manis yang segar bisa dikreasikan dengan buah-buahan atau jelly yang menjadi takjil segar untuk buka puasa.

Hal ini menjadikannya paket lengkap yang menarik untuk tamu maupun hadiah Lebaran.

Tips praktis menyiapkan kue kering

Agar kue kering tetap praktis, nikmat, dan awet:

1. Siapkan beberapa varian rasa misalnya nastar keju, kastengel coklat, biskuit kacang, dan cookies almond.

2. Gunakan wadah kedap udara agar kue tetap renyah lebih lama.

3. Persiapkan jauh-jauh hari untuk menghindari kepanikan menjelang Lebaran.

4. Pilih kue siap saji premium jika waktu terbatas, sehingga tetap bisa menyuguhkan camilan istimewa tanpa repot.

Kue kering selalu menjadi bagian penting Ramadan dan Lebaran karena sejarah, budaya, aktivitas sehari-hari, dan silaturahmi.

Dengan persiapan matang dan pilihan kue kering premium atau snack siap saji, keluarga bisa menikmati sahur, buka puasa, tarawih, dan kunjungan tamu dengan nyaman.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News