Lemas setelah buka Puasa? Waspada bahaya sugar crash
Merasa sangat mengantuk dan lemas setelah berbuka? Simak penyebab sugar crash saat buka puasa dan cara mengatasinya dengan takjil rendah gula.
Lemas setelah buka Puasa? Waspada bahaya sugar crash (Sumber:freepik.com)
Lemas setelah buka puasa bukan berarti kamu kurang makan, tapi sering kali akibat lonjakan gula darah yang terlalu drastis. Fenomena sugar crash ini membuat tubuh terasa sangat lelah, mengantuk, atau bahkan gemetar sesaat setelah berbuka. Saat kamu menyantap takjil atau minuman manis berlebihan, pankreas memompa insulin dalam jumlah besar, diikuti penurunan kadar gula darah secara tiba-tiba.
Efek ini justru membuat energi kamu terkuras, padahal tubuh baru saja mengisi perut. Untuk mengantisipasi hal ini, mulai gunakan pemanis rendah kalori seperti stevia, konsumsi catering sehat dengan karbohidrat kompleks, dan minum cuka apel atau minuman serat sebelum makan besar.
Pastikan juga tubuh tetap terhidrasi dengan air mineral alkali agar metabolisme tetap stabil. Dengan langkah-langkah ini, kamu bisa menjalani buka puasa lebih nyaman tanpa kantuk berlebihan.
Mekanisme terjadinya sugar crash
Sugar crash terjadi karena tubuh menerima gula sederhana berlebihan saat perut kosong selama berpuasa. Energi instan yang muncul hanya sebentar sebelum tubuh terasa lelah. Menggunakan pemanis rendah kalori di minuman segar adalah langkah preventif agar insulin tetap stabil.
Jika kamu tetap merasa lemas, pilih menu catering sehat yang sudah memperhitungkan rasio nutrisi. Pola makan yang tepat membantu produktivitas malam tetap terjaga tanpa terganggu rasa kantuk berat.
Rahasia tetap bugar dengan menu gizi seimbang
Menu seimbang kaya serat dan protein dari catering sehat memberikan rasa kenyang lebih lama dan mencegah kantuk setelah buka. Serat membantu penyerapan karbohidrat lebih lambat, menjaga gula darah tetap stabil.
Minum segelas air dengan cuka apel sebelum makan besar membantu lambung memproses makanan lebih stabil. Hidrasi dari air mineral alkali mendukung metabolisme dan memastikan nutrisi terserap optimal ke seluruh tubuh. Kombinasi ini membuat tubuh tetap bugar dan siap menjalani tarawih dengan energi maksimal.
Manfaat minuman serat dan cuka apel
Minuman tinggi serat dan sedikit cuka apel sebelum makan besar mulai banyak digunakan di masyarakat urban. Serat memperlambat penyerapan karbohidrat ke darah, mencegah lonjakan gula mendadak.
Bagi kamu yang membeli takjil dari catering sehat, pastikan menu sudah mengandung sayuran hijau dan karbo kompleks. Pemanis rendah kalori juga meringankan kerja pankreas dan hati selama Ramadan. Kombinasi ini aman, sehat, dan tetap nikmat.
Pentingnya hidrasi berkualitas dengan Air mineral alkali
Kualitas air yang diminum saat berbuka sangat memengaruhi respons tubuh terhadap gula. Air mineral alkali cepat terserap sel, menyeimbangkan pH, dan mencegah pusing akibat gangguan elektrolit.
Hindari minuman manis berlebihan dan air dingin yang terlalu manis. Air berkualitas tinggi menjaga kelembapan tubuh dan membantu metabolisme bekerja optimal, sehingga tubuh tetap energik meski baru saja berbuka.
Tips menghindari lemas setelah berbuka Puasa
- Gunakan pemanis rendah kalori untuk semua minuman dan makanan manis
- Pilih menu dari catering sehat dengan karbohidrat kompleks
- Minum satu sendok teh cuka apel dicampur air hangat setelah kurma
- Ganti air minum biasa dengan air mineral alkali untuk hidrasi optimal
- Berhenti makan sebelum terlalu kenyang agar pencernaan tidak bekerja berlebihan
Dengan mengikuti panduan ini, kamu bisa menghindari sugar crash, tetap energik, dan fokus beribadah setelah berbuka. Kombinasi menu sehat, pemanis rendah kalori, minuman fungsional, dan hidrasi berkualitas memastikan tubuh tetap bugar sepanjang malam.
Nikmati Ramadan 2026 dengan tubuh yang segar, pikiran jernih, dan ibadah secara maksimal


