Mengapa sebagian Masjid terasa lebih sepi di akhir Ramadan?

Mengapa sebagian masjid terasa lebih sepi di akhir Ramadan? Simak penjelasan lengkap, mulai dari tradisi mudik hingga keutamaan 10 malam terakhir Ramadan.

Update: 2026-03-16 11:20 GMT

Mengapa sebagian Masjid terasa lebih sepi di akhir Ramadan? (Sumber: freepik.com)

Indomie

Pada awal Ramadan, masjid biasanya dipenuhi jamaah yang datang untuk melaksanakan salat tarawih, tadarus Al-Qur’an, dan mengikuti berbagai kegiatan keagamaan. Suasana ini menciptakan semangat ibadah yang kuat di tengah masyarakat karena banyak orang ingin memanfaatkan awal bulan suci dengan memperbanyak amal.

Namun, memasuki sepuluh hari terakhir Ramadan, sebagian masjid justru terasa lebih sepi. Fenomena ini cukup sering terjadi di berbagai daerah. Padahal dalam ajaran Islam, periode akhir Ramadan justru memiliki keutamaan besar karena berkaitan dengan malam yang sangat mulia, yaitu Lailatul Qadar.

Perubahan aktivitas umat muslim menjelang Idul Fitri

Menjelang akhir Ramadan, perhatian sebagian masyarakat mulai beralih pada persiapan menyambut Idul Fitri. Aktivitas seperti berbelanja kebutuhan lebaran, menyiapkan makanan khas, hingga membersihkan rumah membuat banyak orang memiliki waktu yang lebih terbatas untuk datang ke masjid.

Kesibukan tersebut sering kali mengurangi intensitas kehadiran jamaah dalam kegiatan seperti tarawih atau tadarus. Meski demikian, tidak sedikit umat Muslim yang tetap melanjutkan ibadah secara pribadi di rumah, seperti membaca Al-Qur’an atau memperbanyak doa menjelang berakhirnya Ramadan.

Tradisi mudik yang mengurangi jamaah Masjid di Kota

Faktor lain yang cukup berpengaruh adalah tradisi Mudik Lebaran. Banyak pekerja atau perantau di kota besar mulai pulang ke kampung halaman beberapa hari sebelum Idul Fitri untuk berkumpul bersama keluarga.

Ketika jumlah penduduk di kota berkurang, aktivitas di beberapa masjid juga ikut menurun. Sebaliknya, masjid di daerah kampung halaman sering justru menjadi lebih ramai karena para pemudik kembali melaksanakan ibadah bersama keluarga dan masyarakat setempat.

Elshinta Peduli

Menurunnya antusiasme ibadah di pertengahan Ramadan 

Fenomena berkurangnya jamaah juga sering dikaitkan dengan menurunnya semangat ibadah setelah pertengahan Ramadan. Pada awal bulan puasa, banyak orang memiliki motivasi tinggi untuk menjalankan berbagai ibadah sunnah di masjid.

Namun seiring berjalannya waktu, rutinitas pekerjaan, kelelahan fisik, dan aktivitas sehari-hari dapat membuat sebagian orang tidak lagi konsisten hadir di masjid. Kondisi ini membuat suasana masjid di akhir Ramadan terkadang tidak seramai awal bulan.

Keutamaan sepuluh malam terakhir Ramadan

Padahal dalam ajaran Islam, sepuluh malam terakhir Ramadan memiliki keutamaan yang sangat besar. Pada periode ini umat Muslim dianjurkan untuk meningkatkan ibadah karena adanya malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Allah SWT berfirman:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ

“Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 3)

Ayat ini menunjukkan betapa besarnya nilai ibadah pada malam tersebut. Oleh karena itu, para ulama sering mengingatkan bahwa akhir Ramadan justru menjadi waktu terbaik untuk memperbanyak doa, dzikir, dan membaca Al-Qur’an.

Masjid yang justru ramai karena I’tikaf

Walaupun sebagian masjid terlihat lebih sepi, ada juga masjid yang justru semakin ramai menjelang akhir Ramadan. Hal ini biasanya terjadi di masjid yang menyelenggarakan ibadah i’tikaf.

I’tikaf adalah ibadah berdiam diri di masjid untuk fokus beribadah kepada Allah. Rasulullah SAW diketahui selalu melakukan i’tikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadan untuk mencari keberkahan malam Lailatul Qadar.

Dalam hadis disebutkan:

كَانَ النَّبِيُّ يَعْتَكِفُ فِي الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

“Nabi SAW beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadan.” (HR. Bukhari)

Itikaf di sepuluh hari terakhir Ramadan menjadikan umat muslim untuk beribadah lebih khusyuk, masjid ramai karena banyak yang mengikuti malam Itikaf. Berdiam diri di dalam masjid dengan melakukan shalat, mengaji, dzikir dan memohon ampun kepada Allah SWT untuk mendapatkan keberhakan bulan Ramadan. 

Pentingnya menghidupkan Masjid hingga akhir Ramadan 

Akhir Ramadan seharusnya menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah, bukan justru menguranginya. Para ulama sering mengingatkan bahwa keberkahan Ramadan justru mencapai puncaknya pada sepuluh malam terakhir.

Karena itu, menjaga semangat datang ke masjid hingga akhir Ramadan menjadi salah satu cara untuk memaksimalkan ibadah. Selain memperoleh pahala yang besar, kehadiran jamaah juga membantu menghidupkan masjid sebagai pusat kegiatan spiritual umat Muslim. 

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News