Sering over budget saat Ramadhan? 7 Tips pakar agar keuangan tak jebol
Dok pribadi
Bulan Ramadhan sering membuat pengeluaran membengkak. Mulai dari belanja makanan, berbagi takjil, sampai kebutuhan hari raya.
Pakar Manajemen keuangan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Andry Priharta mengingatkan, kondisi itu bisa dikendalikan asal ada perencanaan sejak awal.
Menurutnya, Ramadhan justru bisa jadi waktu yang tepat untuk belajar mengatur uang dengan lebih bijak, tanpa harus mengurangi sedekah.
Berikut tujuh tips mengatur keuangan selama Ramadhan agar tetap hemat dan ibadah tetap nyaman.
1. Hitung semua penghasilan
Catat seluruh penghasilan selama sebulan, baik yang rutin maupun tambahan. Ini penting agar tahu batas kemampuan belanja.
2. Catat pengeluaran utama
Tuliskan kebutuhan wajib seperti belanja harian, listrik, air, biaya sekolah, zakat, dan tagihan lainnya.
3. Sisihkan uang sedekah dari awal
Sedekah sebaiknya direncanakan sejak awal, bukan menunggu sisa. Dengan begitu, berbagi tetap jalan tanpa bikin keuangan kaget.
4. Rencanakan menu sahur dan buka
Buat daftar menu mingguan agar belanja lebih terkontrol. Cek dapur dan kukas dulu sebelum belanja supaya tidak membeli barang yang sudah ada.
5. Buat takjil sendiri di rumah
Memasak sendiri jauh lebih hemat dibanding sering membeli di luar. Selain itu, jumlah dan rasanya bisa disesuaikan kebutuhan keluarga.
6. Catat pengeluaran harian
Tidak perlu rumit. Catatan sederhana cukup untuk melihat ke mana uang pergi dan bagian mana yang bisa dikurangi.
7. Ingat tujuan Ramadhan
Pakar UMJ mengingatkan, Ramadhan bukan soal belanja berlebihan. Tujuan utamanya adalah ibadah dan peduli pada sesama.
“Kalau uang diatur dengan sadar, Ramadhan bisa dijalani dengan lebih tenang,” ujar Guru Besar Bidang Manajemen Keuangan UMJ itu, kepada elshinta.
Rama Pamungkas


