Tak cuma menahan lapar & haus, lakukan ini biar Ramadanmu afdhol

Tak cuma menahan lapar & haus, lakukan ini biar Ramadanmu afdhol dengan menjaga ibadah, kesehatan, dan rutinitas harian agar puasa lebih bermakna.

Update: 2026-02-12 10:54 GMT

Tak cuma menahan lapar & haus, lakukan ini biar Ramadanmu afdhol dengan menjaga ibadah, kesehatan, dan rutinitas harian agar puasa lebih bermakna.

Elshinta Peduli

Ramadan adalah waktu terbaik untuk menata ulang kebiasaan, memperkuat spiritualitas, menjaga kesehatan, sekaligus membangun rutinitas yang penuh makna. Dengan pendekatan yang tepat, Ramadan bisa menjadi momentum transformasi, bukan sekadar perubahan jam makan atau tidur. Sekatinya, Ramadan tak cuma sekedar menahan lapar dan haus, Kita bisa lakukan hal-hal berikut biar Ramadanmu afdhol.

Ada sejumlah langkah yang bisa diterapkan. Mulai dari peningkatan ibadah, pengelolaan waktu, hingga pola hidup sehat. Berikut panduan lengkap yang bisa kamu terapkan sepanjang bulan suci ini.

Lebih dari sekadar menahan lapar dan haus

Dalam ajaran Islam, puasa tidak hanya menuntut menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga menjaga lisan, pikiran, serta perilaku. Artinya, kualitas puasa sangat ditentukan oleh bagaimana seseorang mengendalikan emosi, ucapan, dan perbuatan selama Ramadan.

Penting untuk memperbanyak amal saleh seperti salat sunnah, membaca Al-Qur’an, bersedekah, serta menjaga akhlak. Dengan demikian, puasa menjadi sarana pembentukan karakter dan penguatan spiritual, bukan sekadar kewajiban ritual.

Rutinitas agar Ramadan lebih afdhol

1. Perbaiki sahur dan berbuka

Pola makan saat sahur dan berbuka sangat memengaruhi stamina selama puasa. Kementerian Kesehatan RI menyarankan konsumsi makanan bergizi seimbang yang mencakup karbohidrat kompleks, protein, sayur, dan buah. Pola ini membantu menjaga energi lebih stabil dan mencegah rasa lemas berlebihan.

Selain itu, mencukupi kebutuhan cairan dengan pola 2-4-2 (dua gelas saat berbuka, empat gelas malam hari, dan dua gelas saat sahur) terbukti efektif mencegah dehidrasi.

Elshinta Peduli

2. Jaga kebersihan diri

Kenyamanan fisik sangat berpengaruh terhadap kekhusyukan ibadah. Menjaga kebersihan tubuh, pakaian, dan lingkungan tempat tinggal membantu menciptakan suasana yang lebih kondusif untuk beribadah. Rutinitas kebersihan harian, seperti mandi tepat waktu, menjaga kebersihan mulut, serta merapikan ruang ibadah di rumah, bisa meningkatkan fokus dan kenyamanan selama salat maupun tadarus.

3. Atur waktu agar ibadah dan aktivitas aeimbang

Manajemen waktu menjadi kunci agar Ramadan tetap produktif. Membagi waktu antara ibadah, pekerjaan, istirahat, dan aktivitas sosial akan membantu menjaga keseimbangan fisik dan mental. Waktu setelah sahur sering dianggap efektif untuk aktivitas yang membutuhkan konsentrasi tinggi, sementara sore hari bisa dimanfaatkan untuk persiapan berbuka dan ibadah.

Menjaga kesehatan agar puasa optimal

1. Aktif berolahraga ringan

Puasa bukan alasan untuk berhenti bergerak. Aktivitas fisik ringan seperti jalan santai, peregangan, atau yoga terbukti membantu menjaga kebugaran tubuh. Waktu terbaik untuk berolahraga adalah menjelang berbuka atau setelah salat tarawih, saat tubuh sudah lebih siap menerima asupan cairan.

2. Jaga kualitas tidur

Perubahan jadwal makan dan ibadah sering memengaruhi pola tidur. Tidur yang cukup, minimal 7–8 jam per hari, membantu menjaga konsentrasi, suasana hati, dan daya tahan tubuh. Jika sulit tidur malam panjang, power nap selama 20–30 menit di siang hari bisa menjadi solusi.

Perbanyak amalan sunnah agar Ramadan lebih bermakna

Selain ibadah wajib, memperbanyak amalan sunnah seperti salat tarawih, tadarus Al-Qur’an, sedekah, dan dzikir menjadi faktor penting agar Ramadan terasa lebih afdhol. Aktivitas ini tidak hanya meningkatkan pahala, tetapi juga membantu menjaga kesehatan mental dan ketenangan batin.

Rutinitas ibadah harian yang konsisten juga membuka ruang integrasi berbagai kebutuhan penunjang ibadah, mulai dari perlengkapan ibadah, kebutuhan konsumsi, hingga perlengkapan rumah tangga yang mendukung kenyamanan beribadah.

Dengan pola makan sehat, manajemen waktu yang baik, kebersihan diri, serta peningkatan kualitas ibadah, Ramadan bisa menjadi momentum perubahan positif yang berdampak jangka panjang. Bukan hanya secara spiritual, tetapi juga fisik dan mental

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News

Tips mudik aman berkendara