Tips aman meninggalkan rumah saat mudik
Temukan tips aman meninggalkan rumah saat mudik agar perjalanan tenang tanpa khawatir. Simak panduan lengkap menjaga keamanan hunian selama perjalanan jauh.
Pikirkan keamanan rumah sebelum keberangkatan. (Sumber: Freepik)
Momen mudik lebaran atau pulang kampung merupakan hal yang paling dinantikan oleh keluarga Indonesia. Namun, di balik euforia akan hari raya , ada satu kecemasan yang sering kali menghantui para pemudik, yaitu kondisi rumah yang ditinggalkan dalam keadaan kosong. Risiko seperti aksi pencurian, korsleting listrik, hingga kebocoran gas menjadi yang perlu diantisipasi dengan benar.
Melalui persiapan yang matang, risiko kerugian materiil dapat diminimalisir. Berikut adalah panduan tips aman meninggalkan rumah saat mudik agar membantu untuk mengamankan aset selama bepergian.
Memastikan sistem pengamanan rumah
Langkah pertama yang paling mendasar adalah memperkuat sistem keamanan fisik bangunan. Pastikan seluruh pintu, jendela, dan ventilasi telah terkunci dengan rapat.
Bisa dengan menggunakan kunci ganda atau gembok yang berkualitas. Jangan hanya mengandalkan kunci bawaan pintu. Sangat disarankan untuk memasang kunci tambahan atau gembok berkualitas tinggi pada pagar dan pintu utama.
Gunakan gembok yang memiliki pelindung baja agar tidak mudah dipotong oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Selain itu, pasanglah kamera CCTV yang terhubung secara mobile ke ponsel. Teknologi saat ini sangat memudahkan pemilik rumah untuk memantau kondisi hunian dari jarak jauh.
Pemasangan CCTV berbasis internet (IP Camera) memungkinkan untuk melihat situasi rumah secara real-time melalui aplikasi. Letakkan kamera di titik-titik penting seperti pintu masuk, ruang tamu, dan area belakang rumah.
Meminimalisir risiko kebakaran dan gangguan teknis
Selain faktor keamanan dari gangguan luar, ancaman dari dalam rumah seperti kebakaran akibat hubungan arus pendek listrik juga harus diwaspadai.
Hal ini dilakukan dengan mematikan aliran listrik dan mencabut stop kontak. Cabutlah seluruh kabel elektronik yang tidak digunakan dari stop kontak, seperti televisi, dispenser, mesin cuci, dan komputer.
Fungsinya untuk mencegah terjadinya arus pendek (korsleting) jika terjadi lonjakan listrik secara tiba-tiba. Biarkan listrik hanya mengalir pada area yang sangat dibutuhkan, seperti lampu teras atau CCTV.
Melepas regulator gas juga penting untuk konteks ini. Karena gas merupakan salah satu pemicu kebakaran paling umum. Pastikan untuk melepas regulator dari tabung gas sebelum berangkat.
Ciptakan kesan rumah tetap berpenghuni
Rumah yang terlihat kosong dalam waktu lama sering kali menjadi incaran pelaku kriminal. Hal ini bisa dimulai dengan menggunakan lampu otomatis atau sensor cahaya. Lampu yang menyala terus-menerus selama siang dan malam adalah indikator utama bahwa rumah sedang kosong.
Gunakanlah lampu yang dilengkapi dengan sensor cahaya (akan menyala saat gelap dan mati saat terang) atau gunakan stop kontak timer yang bisa diatur jadwal nyalanya.
Koordinasi dengan pihak keamanan dan tetangga
Faktor sosial juga merupakan sesuat yang penting dalam menjaga keamanan rumah. Jangan ragu untuk meminta bantuan kepada pihak-pihak terkait di lingkungan tempat tinggal. Misalnya membuat laporan kepada ketua RT atau petugas keamanan.
Sampaikan informasi kepada pengurus RT/RW atau petugas keamanan lingkungan mengenai durasi waktu meninggalkan rumah. Berikan nomor telepon yang bisa dihubungi dalam keadaan darurat agar mereka dapat segera memberi tahu jika terjadi sesuatu di area rumah.
Selain kepala RT/RT, titiplah rumah kepada tetangga yang tidak mudik. Jika memiliki tetangga dekat yang tidak pulang kampung, mintalah bantuan mereka untuk sesekali memantau kondisi rumah.
Kehadiran orang yang dikenal di sekitar rumah dapat menghalangi niat buruk dari orang asing.
Tips tambahan sebelum keberangkatan
Sebagai pelengkap keamanan, pastikan tidak meninggalkan barang berharga seperti perhiasan, uang tunai dalam jumlah besar, atau dokumen penting di tempat yang mudah terlihat. Simpanlah di dalam brankas yang terkunci atau bawa serta jika memungkinkan.
Selain itu, hindari membagikan rencana perjalanan atau mengunggah foto secara real-time di media sosial yang menunjukkan rumah sedang kosong, guna menghindari pemantauan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Dengan mengikuti berbagai tips aman meninggalkan rumah saat mudik di atas, keluarga dapat berangkat dengan hati yang tenang dan kembali ke rumah dengan kondisi hunian yang tetap terjaga.
Persiapan yang matang adalah kunci utama untuk menikmati momen lebaran yang berkesan tanpa perlu dihantui rasa khawatir.


