Tips cuci mukena & sajadah agar wangi dan anti apek saat tarawih
Simak tips cuci mukena dan sajadah agar tetap wangi, bersih, dan anti apek saat tarawih selama Ramadan dengan cara mudah dan praktis.
Tips cuci mukena dan sajadah agar wangi dan anti apek saat tarawih (Sumber:Istimewa)
Menjaga kebersihan perlengkapan ibadah menjadi bagian penting selama bulan Ramadan. Tips cuci mukena dan sajadah agar wangi dan anti apek saat tarawih perlu diperhatikan, mengingat intensitas pemakaian yang meningkat setiap hari. Mukena dan sajadah yang bersih, segar, serta bebas bau tidak sedap akan membuat ibadah terasa lebih nyaman dan khusyuk, baik di rumah maupun di masjid.
Masalah bau apek pada perlengkapan salat sering muncul akibat kesalahan dalam proses pencucian, pemilihan deterjen, hingga penyimpanan. Padahal, dengan perawatan yang tepat serta penggunaan deterjen, pelembut, dan parfum laundry secara bijak, kebersihan mukena dan sajadah dapat terjaga lebih lama.
Kenapa mukena dan sajadah mudah bau apek saat Ramadan?
Selama Ramadan, mukena dan sajadah digunakan hampir setiap hari, terutama saat salat tarawih. Kain yang sering terkena keringat, debu, dan udara lembap akan lebih mudah menjadi tempat berkembangnya bakteri penyebab bau.
Selain itu, cuaca hujan dan kurangnya sinar matahari membuat proses pengeringan tidak maksimal. Kebiasaan menyimpan perlengkapan dalam kondisi belum kering sempurna juga mempercepat munculnya aroma tidak sedap.
Kenali bahan mukena dan sajadah sebelum dicuci
Setiap bahan mukena dan sajadah memiliki karakteristik berbeda. Bahan katun relatif mudah dirawat dan cepat kering, sedangkan bahan satin, rayon, atau produk tekstil tertentu memerlukan perlakuan lebih lembut.
Memahami jenis bahan akan membantu menentukan cara mencuci, memilih deterjen yang sesuai, serta mengatur suhu setrika agar perlengkapan ibadah tetap awet dan tidak mudah rusak.
Persiapan sebelum mencuci agar lebih bersih dan wangi
Sebelum mencuci, pisahkan mukena dan sajadah dari pakaian lain, terutama yang memiliki bau menyengat. Periksa bagian yang terkena noda, seperti bekas make up, debu, atau minyak.
Jika diperlukan, rendam sebentar dengan air bersih untuk membantu melonggarkan kotoran. Penggunaan deterjen dengan takaran yang tepat sejak awal juga membantu membersihkan kain secara maksimal tanpa meninggalkan residu.
Cara mencuci mukena dan sajadah yang benar
Gunakan deterjen secukupnya dan pilih metode pencucian yang lembut. Untuk pencucian manual, kucek perlahan tanpa memelintir terlalu keras. Jika menggunakan mesin cuci, pilih mode ringan atau khusus pakaian halus.
Agar kain tetap lembut dan aromanya tahan lama, pelembut atau pewangi pakaian dapat digunakan sesuai kebutuhan. Pastikan proses pembilasan dilakukan hingga bersih agar tidak ada sisa sabun yang menempel.
Teknik pengeringan dan penyimpanan agar tidak apek
Setelah dicuci, jemur mukena dan sajadah di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik. Hindari menumpuk kain saat dijemur agar pengeringan lebih merata.
Jika cuaca tidak mendukung, keringkan dengan bantuan kipas angin atau mesin pengering. Setelah benar-benar kering, setrika dengan suhu sesuai bahan, lalu simpan di lemari yang bersih dan kering. Parfum laundry ringan dapat digunakan saat penyimpanan.
Tips praktis merawat mukena selama Ramadan
Agar perlengkapan ibadah selalu siap digunakan, sebaiknya memiliki lebih dari satu set mukena dan sajadah. Penggunaan secara bergantian membantu menjaga kebersihan dan kualitas produk tekstil.
Biasakan mencuci secara rutin, memilih deterjen dan pelembut yang sesuai, serta menyimpan perlengkapan di tempat khusus yang terhindar dari debu dan kelembaban. Kebiasaan sederhana ini akan membantu menjaga kenyamanan ibadah selama Ramadan.
Dengan menerapkan tips cuci mukena dan sajadah agar wangi dan anti apek saat tarawih secara konsisten, ibadah dapat dijalani dengan lebih tenang dan fokus. Dukungan perawatan yang tepat akan membuat perlengkapan sholat selalu bersih, segar, dan nyaman digunakan sepanjang bulan suci.


