Tips Isi BBM saat mudik
Tips isi BBM saat mudik agar perjalanan jauh tetap lancar dan hemat. Simak strategi pengisian bahan bakar, waktu terbaik isi bensin, dan cara menghemat BBM.
Tips Isi BBM saat mudik lebaran (Sumber:AI generate image)
Mengetahui tips isi BBM saat mudik sangat penting agar perjalanan jauh berjalan lancar tanpa hambatan. Saat musim mudik, kondisi lalu lintas yang padat, antrean panjang di SPBU, hingga jalur perjalanan yang tidak selalu dilengkapi fasilitas pengisian bahan bakar bisa menjadi tantangan tersendiri. Jika tidak direncanakan dengan baik, risiko kehabisan BBM di tengah perjalanan tentu bisa mengganggu waktu tempuh dan kenyamanan perjalanan.
Selain itu, perjalanan jarak jauh biasanya membuat konsumsi bahan bakar lebih boros dibandingkan penggunaan harian. Oleh karena itu, mengatur strategi pengisian BBM menjadi bagian penting dari persiapan mudik agar perjalanan tetap aman, efisien, dan bebas khawatir.
Isi BBM sebelum tangki menipis
Kesalahan yang sering dilakukan pengendara adalah menunggu indikator BBM mendekati kosong sebelum mengisi ulang. Saat mudik, kondisi jalan tidak selalu bisa diprediksi, terutama jika terjadi kemacetan panjang atau jalur alternatif yang minim SPBU.
Sebaiknya isi bahan bakar saat kapasitas tangki masih tersisa sekitar seperempat. Cara ini memberi cadangan yang cukup jika sewaktu-waktu sulit menemukan tempat pengisian dalam jarak dekat.
Manfaatkan SPBU di awal perjalanan
Sebelum memasuki jalur tol atau perjalanan panjang antar kota, pastikan tangki bahan bakar sudah terisi penuh. Mengisi BBM di awal perjalanan membantu mengurangi risiko harus berhenti di tengah jalur yang mungkin lebih padat atau antre.
SPBU di area perkotaan biasanya juga lebih lengkap fasilitasnya, sehingga proses pengisian bisa dilakukan dengan lebih nyaman dan cepat. Namun tetap memperkirakan untuk mengisi BBM untuk mecegah kelangkaan di saat mudik lebaran atau terjadinya antrean yang panjang.
Pilih jenis BBM yang sesuai
Jenis BBM berdasarkan angka oktan (RON) dan kecocokan mesinnya:
RON 90 (Pertalite): Untuk mesin dengan kompresi rendah (9:1 – 10:1). Cocok untuk kendaraan standar atau model lama.
RON 92 (Pertamax): Untuk mesin kompresi menengah (10:1 – 11:1). Standar mobil/motor modern agar mesin lebih bersih dan responsif.
RON 95/98 (Pertamax Turbo): Untuk mesin kompresi tinggi (>12:1) atau mesin dengan Turbo. Mencegah mesin mengelitik (knocking).
Diesel (Dexlite/Pertamina Dex): Khusus mesin diesel. Semakin tinggi angka CN (Cetane Number), semakin baik untuk mesin teknologi terbaru (Common Rail).
Intinya: Cek buku manual. Gunakan oktan yang sesuai agar pembakaran sempurna, mesin awet, dan konsumsi BBM lebih irit.
Hindari antrean panjang
Antrean panjang di SPBU tidak hanya membuang waktu, tetapi juga bisa membuat mesin tetap menyala lebih lama dan meningkatkan konsumsi bahan bakar. Jika menemukan SPBU yang terlalu ramai, sebaiknya cari alternatif lain di jalur berikutnya.
Manfaatkan aplikasi navigasi digital untuk memantau lokasi SPBU terdekat agar perjalanan tetap efisien tanpa harus terjebak antrean yang menguras waktu.
Perhatikan gaya berkendara
Cara mengemudi sangat memengaruhi konsumsi BBM. Hindari perpindahan jalur yang mendadak dan jaga kecepatan tetap stabil, terutama saat berada di jalan tol. Penggunaan AC yang berlebihan juga dapat meningkatkan konsumsi bahan bakar.
Berkendara dengan ritme yang tenang tidak hanya membantu menghemat BBM, tetapi juga membuat perjalanan lebih nyaman dan mengurangi risiko kelelahan.
Isi BBM saat istirahat
Waktu istirahat di rest area bisa dimanfaatkan sekaligus untuk mengisi bahan bakar. Cara ini membantu menghemat waktu karena kendaraan dan pengemudi sama-sama mendapatkan waktu pemulihan.
Saat berhenti, pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan minum air mineral yang cukup. Perjalanan jauh membutuhkan konsentrasi tinggi, dan kondisi tubuh yang segar akan membantu menjaga fokus selama berkendara.
Cek tutup tangki dan indikator
Setelah selesai mengisi, pastikan tutup tangki sudah terpasang dengan rapat untuk menghindari penguapan atau kebocoran. Perhatikan juga indikator BBM pada dashboard untuk memastikan pengisian berjalan normal.
Pengecekan sederhana ini sering dianggap sepele, tetapi sangat penting agar tidak terjadi masalah saat perjalanan sudah kembali dilanjutkan.


