Tips menjalani Eco-Ramadan 2026: mengurangi sampah makanan takjil

Simak tips menjalani Eco-Ramadan 2026 untuk kurangi sampah plastik takjil dan food waste demi bumi yang lebih hijau

Update: 2026-01-30 10:10 GMT

Tips menjalani eco-Ramadan 2026: mengurangi sampah makanan takjil (Sumber:Istimewa)

Elshinta Peduli

Tips menjalani Eco-Ramadan 2026 dengan cara mengurangi sampah makanan dan plastik saat berburu takjil merupakan panduan penting bagi umat Muslim yang ingin meningkatkan kualitas ibadahnya melalui kepedulian terhadap lingkungan.

Memasuki bulan suci Ramadan 2026, tantangan terbesar kita adalah mengubah budaya konsumerisme berlebih yang sering memicu ledakan jumlah sampah plastik dan sisa makanan, terutama pada saat momen krusial menjelang berbuka puasa.

1. Membangun kesadaran sejak awal Ramadan

Konsep Eco-Ramadan berakar pada prinsip rahmatan lil alamin, di mana kehadiran bulan suci seharusnya membawa rahmat bagi seluruh alam, bukan justru membebani bumi dengan limbah. Menerapkan tips menjalani Eco-Ramadan 2026 berarti kita berusaha kembali ke esensi puasa yang sederhana.

Secara global, kesadaran akan perubahan iklim semakin meningkat, dan bulan Ramadan adalah momentum yang paling tepat bagi seorang Muslim untuk menunjukkan aksi nyata dalam meminimalisir jejak karbon melalui kebiasaan konsumsi yang lebih bijak dan terencana.

2. Membawa wadah saat berburu takjil 

Membawa kotak makan dari rumah upaya mengurangi sampah (Sumber:Istimewa)

Langkah paling nyata dalam upaya mengurangi sampah plastik saat berburu takjil adalah dengan menyiapkan zero waste kit dari rumah. Plastik bening dan kantong kresek adalah jenis limbah yang paling banyak dihasilkan setiap sore hari di pasar takjil. Dengan membawa kotak makan berbahan kaca atau plastik tebal (BPA-free) serta tas belanja kain. 

Elshinta Peduli

Untuk mempunyai tas belanja kain bisa membeli di e-commerce dan toko belanja lainnya untuk lebih mudah dan praktis. Kebiasaan ini tidak hanya menyelamatkan bumi dari tumpukan plastik sekali pakai, tetapi juga lebih aman bagi kesehatan karena makanan panas tidak bersentuhan langsung dengan plastik murah.

3. Strategi mencegah kemubaziran makanan  (Food Waste)

Masalah serius lainnya yang sering terabaikan selama bulan puasa adalah sampah makanan atau food waste. Sering kali, rasa lapar saat berpuasa memicu kita untuk membeli berbagai jenis makanan secara berlebihan, yang pada akhirnya tidak termakan dan berakhir di tempat sampah.

Untuk menerapkan tips menjalani Eco-Ramadan 2026 secara efektif, sangat disarankan untuk menyusun daftar menu mingguan. Belanjalah takjil secukupnya dan sesuai dengan porsi anggota keluarga di rumah.

4. Menghindari penggunaan alat makan sekali pakai

Saat kita membeli minuman atau makanan berkuah, pedagang secara otomatis sering memberikan sedotan, sendok, atau garpu plastik. Dalam semangat Eco-Ramadan, mulailah berani untuk menolak pemberian alat makan sekali pakai tersebut. Kamu bisa menyimpan set alat makan lipat di dalam tas sebagai persiapan.

Mengurangi penggunaan benda-benda kecil ini secara kolektif akan berdampak sangat besar pada pengurangan beban limbah mikroplastik di sungai dan laut. 

5. Mengelola sisa makanan di waktu sahur

Mengelola sampah makanan setelah sahur (Sumber:Istimewa)

Bagian akhir dari penerapan tips menjalani Eco-Ramadan 2026 cara mengurangi sampah makanan dan plastik saat berburu takjil adalah kecerdasan dalam manajemen dapur. Jika terdapat sisa menu buka puasa yang masih layak, simpanlah dengan teknik yang benar di dalam lemari es.

Makanan tersebut bisa dipanaskan kembali atau dikreasikan menjadi menu baru untuk waktu sahur. Misalnya, sisa sayuran bisa ditumis kembali dengan tambahan protein segar. 

Menjalani Ramadan yang hijau adalah bentuk nyata dari rasa syukur kita atas nikmat bumi yang disediakan oleh Tuhan. Dengan mengikuti tips menjalani Eco-Ramadan 2026, kita tidak hanya meraih pahala puasa, tetapi juga pahala dari menjaga kelestarian alam. 

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News