Tren belanja online selama Ramadan

Tren belanja online selama Ramadan menunjukkan peningkatan transaksi, perubahan pola belanja, lahirnya produk favorit, dan strategi e-commerce yang berbeda.

Update: 2026-01-27 08:38 GMT

Bulan Ramadan selalu menunjukan peningkatan tren belanja.

Elshinta Peduli

Selama ramadan, aktivitas belanja online atau daring semakin meningkat. Kini, aktivitas belanja ini selain mencerminkan bagaimana kebiasaan konsumsi masyarakat tapi juga menunjukan perubahan pola kehidupan masyarakat di era yang serba digital. seperti, terjadi peningkatan transaksi, berubahnya pola belanja masyarakat, kemunculan produk viral, hingga pendekatan strategi e-commerce yang berbeda.

Menjelang Ramadan 2026, belanja daring sudah jadi bagian dari rutinitas masyarakat, mulai dari pemenuhan kebutuhan pokok, memilih outfit untuk Ramadan atau Hari Raya, sampai mengatur pengeluaran rumah tangga dengan lebih terencana. Akses yang mudah, waktu belanja yang fleksibel, serta melekatnya perangkat mobile membuat aktivitas belanja online semakin menyatu dengan kebiasaan masyarakat ketika Ramadan.

Lonjakan transaksi dan anggaran belanja

Aktivitas belanja online cenderung meningkat signifikan selama bulan Ramadan.Jumlah transaksi belanja online ketika Ramadan bisa tumbuh lebih dari 100% bila dibandingkan dengan periode normal sehari-hari, terutama ketika konsumen mulai mempersiapkan kebutuhan Ramadan dan Idul Fitri. Pada Ramadan 2025, transaksi online mengalami peningkatan tajam dua minggu sebelum hingga dua minggu setelah Idul Fitri dibanding periode sebelumnya.

Selain itu, menurut survei perilaku konsumen yang dilakukan oleh Glance menunjukkan bahwa lebih dari separuh konsumen Indonesia berencana meningkatkan anggaran belanja mereka selama Ramadan. Sekitar 50% konsumen diperkirakan akan mengeluarkan lebih dari Rp3 juta, dengan sebagian lagi mengalokasikan belanja lebih besar untuk kebutuhan spesifik seperti pakaian, aksesoris, dan parsel.

Waktu dan pola belanja selama Ramadan

Elshinta Peduli

Perubahan perilaku belanja konsumen terjadi juga pada pola waktunya. Selama Ramadan, aktivitas belanja online cenderung terjadi di luar jam kerja biasa, khususnya pada sore hingga malam hari setelah berbuka puasa. Namun ada juga waktu puncak belanja yang unik seperti menjelang sahur, kata Kepala Komunikasi Tokopedia dan TikTok E-commerce, Aditia Grasio Nelwan, pada 2025.

Di beberapa platform, transaksi online ketika sahur meningkat drastis hingga lebih dari sepuluh kali lipat dibanding hari biasa. Puncak belanja juga terjadi pada siang hingga sore hari, serta periode sebelum waktu buka puasa, saat konsumen mencari penawaran dan bersiap menyelesaikan pembelian.

Kategori produk yang diminati

Mengutip dari pasaRDana, Siclo Commerce mengungkapkan lima kategori produk dengan transaksi terbanyak selama Ramadan yaitu, produk kecantikan & perawatan pribadi, barang kebutuhan cepat habis (FMCG), produk ibu & bayi, kesehatan, serta fashion. Tren ini mencerminkan fokus konsumen pada kebutuhan fungsional dan perayaan, termasuk persiapan pakaian baru untuk Hari Raya. Kategori pakaian dan aksesoris juga menjadi favorit, diikuti oleh pembelian home appliance, produk kecantikan, dan gadget melalui saluran online.

Peran perangkat mobile

Selama Ramadan, penggunaan aplikasi belanja melalui perangkat mobile meningkat secara signifikan. Pertumbuhan sesi aplikasi belanja lebih tinggi di Indonesia dibanding negara lain selama Ramadan, mencerminkan adopsi mobile-first oleh konsumen digital.

Perubahan lain yang relevan adalah naiknya durasi penggunaan aplikasi dan konten digital secara umum selama bulan suci, di mana konsumen menghabiskan waktu pada konten video, streaming, dan game di perangkat mereka.

Strategi e-commerce menyambut Ramadan

Trend belanja online ini juga diiringi oleh perubahan pendekatan strategi pelaku e-commerce untuk memaksimalkan momen Ramadan. Platform besar lain menjalankan kampanye khusus dengan live shopping, konten kreator, dan promosi diskon yang lebih intens menjelang dan selama Ramadan. Ini tak hanya meningkatkan visibilitas produk, tetapi juga mendorong keterlibatan konsumen melalui konten interaktif.

Para pelaku e-commerce juga mengoptimalkan penawaran seperti diskon, free shipping, dan kolaborasi konten untuk menarik konsumen yang semakin sadar akan nilai dan kualitas produk digital.

Tren Belanja Online Selama Ramadan memperlihatkan perubahan perilaku yang konsisten dari konsumen. Lonjakan transaksi didorong oleh perubahan pola belanja, peningkatan anggaran konsumsi, serta dominasi kategori produk yang berkaitan langsung dengan kebutuhan Ramadan dan Idul Fitri. Aktivitas belanja yang bergeser ke jam-jam nonkonvensional, terutama melalui perangkat mobile, membuat waktu Ramadan jadi periode puncak ekonomi di ruang digital.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News