110 jadi dewa penyelamat pemudik yang tersesat di hutan

Update: 2026-03-23 10:30 GMT
Indomie

Arif Irawan (37 tahun), bersama istri dan anaknya tidak akan mengira jika perjalanan dari Banyumas menuju Pekalongan akan menjadi kisah “horror” yang mungkin tidak akan terlupakan.

Mereka berboncengan sepeda motor berangkat pada Minggu malam. Yakin dengan aplikasi peta di jejaring media; Arif berusaha menempuh jalan tersingkat dengan lewat di jalur alternatif. Dengan pilihan itu ia berharap bisa tiba di Pekalongan lebih cepat.

“Saya lewat Desa Pabuaran. Berhenti sebentar untuk istirahat dan salat maghrib. Kemudian melanjutkan perjalanan,” ujarnya, Minggu (22/3) tengah malam.

Awalnya perjalanan terasa biasa saja, namun perlahan jalan yang dilalui semakin sempit, gelap, dan sunyi. Hingga tanpa disadari, mereka telah masuk ke kawasan hutan dan perbukitan di wilayah Desa Parunggalih, Kecamatan Bodeh, Pemalang.

“Saya sadar. Ini pasti tersesat. Saya putuskan untuk balik arah. Tapi terlambat. Hujan tiba-tiba turun. Jalan tanah yang kami lalui menjadi becek dan licin. Beberapa kali tergelincir. Motor sulit dikendalikan,” tuturnya, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Joko Hendrianto.

Tidak ada rumah, tidak ada warga yang melintas. Keluarga kecil itu terjebak di jalan di tengah hutan dalam guyuran hujan. Mereka menjadi bingung. Menelpon teman dan kerabat, jelas itu terlalu jauh dan pertolongan belum tentu secepat yang ia harapkan.

Buruntung Arif masih ingat ada kontak yang bisa diharapkan memberi pertolongan paling cepat. Polisi. Ia pun menghubungi Call Center 110.

Sebuah panggilan sederhana yang menjadi titik balik dari semuanya. Operator 110 Polres Pemalang segera merespons. Informasi diterima, lokasi dipetakan, dan tanpa menunggu lama, jajaran Polsek Bodeh, Polres Pemalang langsung bergerak menuju titik keberadaan Arif.

Elshinta Peduli

Beberapa personel polisi menembus malam, melewati jalan berlumpur, menyusuri kawasan hutan yang gelap dengan satu tujuan menemukan dan menyelamatkan si penelpon 110 sekeluarga.

Mereka menemukan Arif sekeluarga yang kedinginan. Kedatangan personel polisi itu melegakan Arif. Ia merasa tidak sendiri lagi. Ada yang peduli.

“Para bapak polisi dengan ramah menyapa kami. Mereka segera menolong. Membawa kami ke rumah perangkat desa di kawasan itu. Kami menjadi tenang, bisa beristirahat, dan siap melanjutkan perjalanan Kembali. Sepeda motor saya yang terjebak lumpur pun diselamatkan oleh mereka. Terima kasih Pak Polisi,” tuturnya.

Setelah semua aman, agar Arif dan keluarganya tidak tersesat lagi, personel polisi masih mengantar hingga ke rumah tujuan mereka di Desa Sidomulyo, Pekalongan.

“Terima kasih. Kalau bukan karena bantuan polisi, mungkin tidak ada lagi yang menolong kami,” ujar Arif dengan nada haru.

Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Ketupat Candi 2026 Polda Jateng Kombes Artanto mengingatkan agar masyarakat, khususnya para pemudik, untuk tetap menggunakan jalur yang aman dan resmi.

“Jangan mudah tergiur jalur alternatif yang belum tentu aman, apalagi dalam kondisi cuaca yang tidak menentu. Apabila menghadapi situasi darurat, segera manfaatkan layanan 110. Polri akan selalu hadir, memberikan pertolongan secepat mungkin demi keselamatan Masyarakat,” kata Artanto.

Kisah Arif yang tersesat dan kemudian mendapatkan pertolongan cepat; dapat menjadi Pelajaran yang berharga.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News