270 ribu kendaraan di puncak arus mudik, rekayasa lalin bantu situasi terkendali
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho
Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho membeberkan kondisi arus lalu lintas pasca penerapan rekayasa one way nasional terpantau terkendali. Agus menyebut, hingga saat ini sistem satu arah nasional masih diberlakukan untuk mengantisipasi tingginya volume kendaraan.
"kondisi arus lalu lintas setelah kami lakukan one way nasional arus balik kemarin tanggal 18, sampai saat ini masih kami berlakukan one way nasional. Adapun kondisi daripada arus lalu lintas khususnya di jalan tol, tentunya juga kami melihat dampaknya ke arteri ya. Sampai saat ini cukup terkendali," Ujar Agus kepada wartawan saat berada di Media center NTMC Polri, Tol Jakarta-Cikampek KM 29, Kamis (19/3/2026)
Berdasarkan data per Kamis, jumlah kendaraan pada puncak arus mencapai sekitar 270 ribu kendaraan. Angka ini meningkat sekitar 4,26 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dengan catatan 258 ribu kendaraan.
“Oleh sebab itu, mekanisme daripada rekayasa lalu lintas dari kilometer 36 tadi sudah kami lakukan contraflow 1 lajur sampai km 47. Setelah masih ada bangkitan lagi, dari km 47 kita perpanjang ke km 48, itu 2 lajur. Dari km 48, kami buat lagi contraflow lajur 3 sampai ke km 70. Sampai km 70, tentunya nanti arah ke Trans Jawa alhamdulillah lancar karena sudah kita lakukan one way nasional. Itu kondisi yang terupdate hari ini," tuturnya
Dalam proses tersebut, Irjen Pol. Agus menuturkan bahwa Jalan tol layang Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ) sempat ditutup sementara selama kurang lebih satu setengah jam guna mendukung penerapan contraflow.
Setelah rekayasa selesai dilakukan, jalur tersebut kembali dibuka dan arus lalu lintas berangsur lancar.
"(Tol) MBZ tadi (Kamis 19 Maret 2026) kita tutup hampir 1 setengah jam. Karena langkah-langkah daripada contraflow sudah selesai ya tentunya kita buka lagi dan alhamdulillah sekarang lancar. Sudah lancar ya," ujar Agus.
Kakorlantas juga menjelaskan Angka kecelakaan lalu lintas tercatat mengalami penurunan signifikan sebesar 2,8 persen. Sementara itu, angka fatalitas korban meninggal dunia turun signifikan hingga 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
"Kami sampaikan bahwa peristiwa kecelakaan juga turun 2,8% per hari ini (Kamis 19 Maret 2026). Tetapi fatalitas korban yang meninggal dunia itu turun 40%. Jadi masih bagus, moga-moga sampai akhir Operasi Ketupat masih bisa kita pertahankan," tutupnya.
Farens Excel/Ter


