3.300 calon haji Bekasi jalani vaksinasi bertahap

Sedikitnya 3.300 calon haji asal Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menjalani vaksinasi meningitis dan polio yang digelar secara bertahap oleh pemerintah daerah setempat.

By :  Widodo
Update: 2026-03-28 13:20 GMT

Jamaah calon haji menerima dosis vaksin meningitis dan polio saat kegiatan vaksinasi di gedung Wibawa Mukti kompleks perkantoran Pemkab Bekasi pada Kamis (26/3/2016). ANTARA/Pradita Kurniawan Syah.

Indomie

Sedikitnya 3.300 calon haji asal Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menjalani vaksinasi meningitis dan polio yang digelar secara bertahap oleh pemerintah daerah setempat sebagai salah satu tahapan sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.

"Vaksinasi bagi jamaah calon haji ini sudah dimulai sejak dua hari lalu, dan saat ini masih berlangsung dengan estimasi tuntas pada pertengahan pekan depan," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi Arief Kurnia di Cikarang, Sabtu.

Dia mengatakan kegiatan yang dipusatkan di gedung Wibawa Mukti kompleks perkantoran Pemkab Bekasi setiap hari mulai pagi kecuali Sabtu-Minggu itu menjadi langkah penting untuk melindungi kesehatan jamaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Ia menjelaskan vaksin meningitis dan polio diberikan agar para jamaah terhindar dari potensi penyakit menular global selama berada di Arab Saudi, mengingat aktivitas ibadah haji memerlukan kondisi fisik yang prima dalam jangka waktu cukup lama, melelahkan, serta padat aktivitas.

"Vaksin ini penting agar jamaah bisa terhindar dari risiko penyakit meningitis dan polio. Kita ingin semua dalam kondisi sehat selama menjalankan ibadah di sana yang akan berlangsung berhari-hari," ujarnya.

Dia mengingatkan pentingnya kesiapan fisik para jamaah, mengingat aktivitas seperti berjalan jauh hingga lempar jumrah membutuhkan stamina prima serta daya tahan tubuh yang kuat. Sepanjang rangkaian ibadah haji akan berlangsung dengan penuh tantangan fisik.

Elshinta Peduli

"Kalau fisik kurang kuat, apalagi saat lempar jumrah yang berjarak cukup jauh dari pemondokan, nanti bisa jadi kendala. Jadi dari sekarang harus mulai latihan fisik seperti jalan pagi," katanya.

Arief juga mengingatkan agar upaya menjaga kesehatan diiringi dengan doa supaya seluruh rangkaian ibadah haji dapat berjalan lancar meski terdapat dinamika global yang tetap perlu diwaspadai seluruh pihak namun tidak mengganggu persiapan keberangkatan.

"Kita semua berdoa agar saat keberangkatan nanti berjalan lancar dan para jamaah bisa menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji serta kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur," ucap dia.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi Irfan Maulana melanjutkan vaksinasi ini menyasar sedikitnya 3.300 calon haji yang telah terdaftar dan siap diberangkatkan pada musim haji tahun ini dengan pembagian jadwal pelayanan secara terstruktur rapi.

Ia menjelaskan vaksinasi berlangsung mulai 26 Maret hingga 2 April 2026 dengan jumlah peserta harian berkisar antara 500-700 orang serta penjadwalan secara bertahap guna menghindari penumpukan di lokasi kegiatan sekaligus menjaga kenyamanan pelayanan bagi seluruh peserta.

"Vaksinasi meningitis dan polio merupakan tahapan lanjutan setelah pemeriksaan kesehatan yang sudah dimulai sejak November tahun lalu, termasuk penentuan istitha'ah bagi calon haji," jelasnya.

Dia melanjutkan pemeriksaan kesehatan lanjutan akan dilaksanakan setelah vaksinasi tuntas, termasuk cek kehamilan bagi jamaah wanita usia subur agar seluruh persyaratan kesehatan terpenuhi dengan baik menjelang keberangkatan. "Kewaspadaan dini terhadap penyakit yang berpotensi menjadi wabah menjadi prioritas kami," katanya.

Pihaknya menyiapkan 12 tenaga kesehatan yang ditempatkan di seluruh kelompok terbang (kloter) serta petugas pendamping tambahan dari pemerintah daerah yang akan bersinergi mendukung pelayanan kesehatan, termasuk jamaah lansia agar tetap mendapatkan pelayanan optimal selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Irfan mengimbau jamaah untuk menjaga kondisi tubuh menjelang keberangkatan dengan istirahat cukup serta mengatur aktivitas sosial seperti walimatus safar agar tidak mengganggu kesehatan dan kesiapan fisik sebelum berangkat ke Tanah Suci.

"Istirahat cukup, hindari kelelahan.dan pastikan dalam kondisi fit saat berangkat. Jika sakit saat tiba di Arab Saudi, ada kemungkinan jamaah dipulangkan. Jangan lupa membawa obat-obatan pribadi untuk kebutuhan selama kurang lebih 40 hari," kata dia.

Elshinta Peduli

Similar News