ANI siapkan sekolah pengelola wakaf nasional

Sekolah pengelola wakaf disiapkan untuk perkuat tata kelola dan kompetensi nazhir

Update: 2026-02-15 14:25 GMT
Elshinta Peduli

Asosiasi Nazhir Indonesia (ANI) menyiapkan sekolah pembentukan pengelola wakaf profesional melalui pembentukan Indonesian Nazhir Academy (INA).

Keputusan ini ditetapkan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I ANI yang digelar secara daring pada Minggu, 15 Februari 2026.

Pembentukan akademi tersebut menjadi salah satu hasil utama Rakernas. ANI ingin memperkuat profesionalisme nazhir dan mendorong transformasi pengelolaan wakaf di tingkat nasional.

Indonesian Nazhir Academy dirancang sebagai pusat pengembangan kapasitas dan standarisasi kompetensi nazhir. Lembaga ini akan berfungsi sebagai tempat pendidikan dan pelatihan bagi pengelola wakaf di Indonesia.

Kurikulum INA akan memuat tata kelola wakaf modern, manajemen aset produktif, regulasi wakaf, serta transformasi digital. Selain itu, materi juga mencakup penguatan integritas dan etika nazhir.

ANI menilai kehadiran sekolah ini penting untuk melahirkan generasi nazhir yang kompeten dan akuntabel. Lembaga tersebut juga diharapkan mampu menjawab tantangan pengelolaan wakaf yang terus berkembang.

Presiden ANI, Imam Nur Azis, menegaskan bahwa profesionalisasi nazhir menjadi kunci optimalisasi potensi wakaf nasional.

“Profesionalisasi nazhir adalah kunci. Tanpa tata kelola yang kuat, transformasi digital, dan kapasitas SDM yang terstandar, potensi wakaf tidak akan optimal. Indonesian Nazhir Academy menjadi instrumen penting dalam membangun sistem pembinaan nazhir yang terstruktur dan berkelanjutan,” ujarnya, dalam keterangan tertulis, Minggu (15/2/2026).

Elshinta Peduli

Rakernas I ANI juga menetapkan enam fokus strategis organisasi. Fokus tersebut meliputi penguatan profesionalisme nazhir, transformasi digital pengelolaan wakaf, penguatan kelembagaan, perluasan jejaring dan kemitraan, penguatan regulasi dan advokasi, serta pengembangan riset dan ekonomi wakaf produktif.

Untuk menjalankan agenda tersebut, ANI memperkuat enam divisi utama organisasi. Divisi itu mencakup inovasi dan digitalisasi, kelembagaan dan SDM, pengelolaan wakaf, regulasi dan advokasi, riset dan ekonomi wakaf, serta kerja sama dan jaringan.

Melalui Rakernas I ini, ANI menegaskan bahwa penguatan wakaf bukan hanya isu filantropi. Wakaf dinilai sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi umat yang berkelanjutan.

Dengan pembentukan Sekolah Pengelola Wakaf Nasional, ANI berharap sistem pembinaan dan standarisasi nazhir dapat berjalan lebih terstruktur di seluruh Indonesia.

Rama Pamungkas

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News