Banjir Pati rendam ribuan rumah, 20 ribu warga terdampak
Hujan deras sejak 9 Januari memicu banjir dan longsor di 20 kecamatan, ribuan warga mengungsi dan pemerintah tetapkan tanggap darurat.
Sumber foto: Kemensos
Banjir dan tanah longsor di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, berdampak pada sekitar 20 ribu warga di 20 kecamatan. Bencana terjadi sejak Jumat malam, 9 Januari 2026, akibat hujan deras yang memicu luapan sungai.
Sebanyak 8.000 kepala keluarga terdampak, dengan 300 keluarga atau 900 jiwa mengungsi di sejumlah lokasi. Pengungsian tersebar di balai desa, fasilitas umum, serta rumah keluarga dan kerabat terdekat.
Hingga kini, tidak ada laporan korban meninggal maupun luka.
Lima desa di Kecamatan Juwana terdampak langsung, yakni Doro Payung, Bumirejo, Tluwah, Kuduk Eras, dan Kedung Pancing. Banjir juga merendam sekitar 3.700 rumah dan berdampak pada lebih dari 7.000 rumah lainnya.
Kerusakan terjadi pada rumah warga, sekolah, tempat ibadah, tanggul, jalan, dan 1.300 hektare lahan sawah.
Kementerian Sosial mengintensifkan penanganan darurat bersama pemerintah daerah dan unsur terkait.
“Kementerian Sosial terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal, terutama pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak bencana,” ujar Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf, dalam keterangan tertulis, Selasa (20/1/2026).
Untuk kebutuhan pangan, dapur umum dioperasikan di Kantor Dinsos Pati dan Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus. Dapur umum memproduksi 3.600 paket makanan per hari untuk tiga kali makan sejak 19 Januari 2026.
Selain itu, dapur umum mandiri juga dikelola masyarakat dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Pati.
Pemerintah Kabupaten Pati menetapkan status Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari, hingga 23 Januari 2026. Penetapan status tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Pati Nomor 400.9.10.2/0041 Tahun 2026.
Kemensos menyalurkan bantuan logistik tahap pertama dan kedua dari gudang Dinsos Jawa Tengah dan Sentra Margolaras. Bantuan meliputi makanan siap saji, kasur, selimut, tenda, perlengkapan keluarga, serta sandang anak dan dewasa.
“Kami terus memantau perkembangan di lapangan dan mengantisipasi kemungkinan banjir susulan sesuai informasi BMKG,” tegas Gus Ipul.
Sebagian wilayah mulai surut, namun daerah hilir dan pesisir masih tergenang. Pemerintah terus melakukan pembersihan, normalisasi sungai, dan perbaikan tanggul untuk percepatan pemulihan.
Hutomo Budi/Rama


