Basarnas perpanjang pencarian korban kapal tenggelam di Labuan Bajo
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) resmi memperpanjang operasi pencarian terhadap tiga warga negara asing (WNA) asal Spanyol yang menjadi korban tenggelamnya KM Putri Sakinah di perairan Labuan Bajo, NTT.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, Fathur Rahman, selaku SAR Mission Coordinator (SMC) yang dihubungi dari Kupang, Jumat, mengatakan perpanjangan pencarian dilakukan hingga Minggu (4/1).
“Per hari ini proses pencarian diperpanjang selama tiga hari ke depan,” katanya
Dia menjelaskan keputusan itu diambil berdasarkan hasil evaluasi bersama seluruh unsur Tim SAR Gabungan yang dilaksanakan pada Kamis (1/1) kemarin. Fathur menjelaskan, sesuai Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014, pelaksanaan operasi SAR pada prinsipnya dilaksanakan selama tujuh hari berturut-turut terhitung sejak tenggelamnya kapal tersebut.
Namun, operasi dapat diperpanjang apabila masih terdapat tanda-tanda atau peluang penemuan korban.
“Kami tetap optimistis kerja keras seluruh unsur Tim SAR Gabungan dapat membuahkan hasil dalam masa perpanjangan operasi SAR ini,” lanjutnya.
Di sisi lain, Basarnas juga menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Spanyol melalui Duta Besar Spanyol untuk Indonesia.
Perhatian tersebut disampaikan melalui surat resmi tertanggal 31 Desember 2025, yang menyatakan harapan agar operasi SAR terhadap tiga WNA Spanyol terus diupayakan. Dukungan dan kehadiran pihak keluarga korban yang setia mendampingi Tim SAR Gabungan selama proses pencarian juga turut diapresiasi.
Pada pelaksanaan operasi SAR hari ketujuh pada Kamis (1/1), tim SAR gabungan mengerahkan 13 kapal untuk melakukan penyisiran di sepanjang area pencarian. Selain itu, peralatan sonar dan hidronav milik Polairud Polda NTT turut dikerahkan. Namun hingga evaluasi dilakukan, upaya tersebut belum membuahkan hasil.

