BMKG catat gempa bumi guncang Sultra 25 kali dalam sepekan
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 25 kejadian gempa bumi mengguncang wilayah Sulawesi Tenggara dan sekitarnya selama periode satu pekan terakhir.
Pelaksana Tugas (Plt) Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV Makassar Nasrol Adil saat dihubungi di Kendari, Sabtu, mengatakan berdasarkan hasil monitoring, aktivitas tektonik tersebut didominasi oleh gempa bumi dengan magnitudo kecil dan kedalaman dangkal.
"Dari data yang kami himpun, tercatat ada 25 kali kejadian gempa bumi di wilayah Sulawesi Tenggara dalam sepekan ini. Secara umum, gempa-gempa tersebut tidak berpotensi tsunami," kata Nasrol Adil.
Ia menjelaskan bahwa frekuensi kegempaan ini dipicu oleh aktivitas sesar-sesar lokal yang cukup aktif di wilayah jazirah tenggara Pulau Sulawesi. Sebagian besar pusat gempa berada di daratan dan perairan sekitar Kabupaten Konawe kepulauan, Kabupaten Konawe Selatan, dan Kota Kendari.
Meski jumlah kejadian mencapai puluhan kali, Nasrol Adil menyebutkan hanya sebagian kecil dari gempa tersebut yang getarannya dapat dirasakan oleh masyarakat dengan skala intensitas II hingga III MMI.
"Masyarakat diimbau untuk tidak panik namun tetap waspada. Pastikan struktur bangunan rumah tahan gempa atau memiliki jalur evakuasi yang jelas jika sewaktu-waktu terjadi guncangan yang lebih kuat," tambahnya.
Nasrol Adil merinci gempa bumi yang terjadi dalam sepekan tersebut, antara lain pada Minggu (22/3) tercatat tiga kejadian gempa yang mengguncang Konawe Selatan (M 1,6), Kolaka Timur (M 1,4), dan Konawe (M 2,8), kemudian Senin (23/3) aktivitas gempa berlanjut di wilayah Konawe (M 1,6) serta dua kali guncangan di Kolaka Timur dengan magnitudo 2,2 dan 1,5.
Lalu pada Selasa (24/3) wilayah Kolaka Timur mendominasi aktivitas kegempaan dengan empat kali kejadian (M 1,4; M 1,8; M 2,0; dan M 1,5), ditambah satu guncangan di Kota Kendari bermagnitudo 2,0, Rabu (25/3) getaran gempa kembali dirasakan di Kota Kendari (M 2,2), Kolaka Timur (M 1,3), dan Kabupaten Konawe (M 1,8), Kamis (26/3) intensitas gempa meningkat dengan lima kejadian di wilayah yang berbeda, yakni Buton Utara (M 1,7), Kolaka Utara (M 2,8), Muna (M 2,0), Kendari (M 2,2), serta guncangan terbesar terjadi di Konawe Kepulauan dengan magnitudo 4,9.
Selanjutnya, pada Jumat (27/3) tercatat lima kali gempa yang tersebar di Kolaka Timur sebanyak tiga kali (M 1,7; M 1,7; dan M 2,5), Konawe Selatan (M 2,0), serta Buton Selatan (M 2,2) dan Sabtu (28/3) hingga laporan ini dihimpun, aktivitas kegempaan terakhir tercatat di wilayah Kabupaten Kolaka dengan magnitudo 1,8.
“Selama periode 22 hingga 28 Maret 2026, tercatat 25 kejadian gempa bumi di Sultra. Dari jumlah tersebut hanya satu gempa yang dirasakan masyarakat dan tidak ada laporan kerusakan,” sebut Nasrol Adil.
Dia meminta warga untuk tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya terkait prediksi gempa besar. Informasi resmi mengenai parameter gempa bumi hanya bersumber dari kanal komunikasi terverifikasi milik BMKG.
"BMKG akan terus melakukan pemantauan selama 24 jam penuh guna memberikan informasi cepat dan akurat sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana di wilayah Sulawesi Tenggara," tambahnya.


