BRIN gandeng UAG perkuat manajemen talenta riset

Update: 2026-03-27 04:30 GMT

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria (kanan) bersama Founder Universitas Ary Ginanjar (UAG) Ary Ginanjar Agustian (kiri) dalam pertemuan di Jakarta, Kamis (26/3/2026). ANTARA/HO-BRIN

Indomie

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat pengembangan talenta riset nasional berbasis manajemen talenta melalui kerja sama dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama Universitas Ary Ginanjar (UAG).

"Yang kita perlukan sekarang adalah talenta-talenta yang bagus di bidang riset. Karena riset yang hebat itu dilakukan oleh orang-orang yang memang punya passion di situ," kata Kepala BRIN Arif Satria melalui keterangan di Jakarta, Jumat.

Arif mengatakan pendekatan manajemen talenta menjadi penting untuk memastikan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM riset dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran. Di samping itu, menurutnya, kemampuan dalam mengelola talenta juga menjadi salah satu kompetensi penting yang dibutuhkan pada masa yang akan datang.

"Ke depan, salah satu skill yang diperlukan itu adalah talent management. Ini yang harus kita kuasai, supaya pengembangan SDM riset kita lebih efektif," ujarnya.

Arif juga menyambut baik kontribusi UAG dalam mendukung penguatan manajemen talenta melalui pendekatan berbasis data, termasuk pemetaan minat dan bakat individu. Melalui kolaborasi ini BRIN juga akan mengoptimalkan berbagai program pengembangan talenta, mulai dari pendanaan riset, beasiswa, hingga program degree by research dan magang untuk menyiapkan peneliti unggul pada masa depan.

Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat peran BRIN sebagai lokomotif riset nasional serta mendorong terwujudnya Indonesia sebagai negara berbasis riset.

Elshinta Peduli

"Kita bersyukur sudah mulai punya data talenta ini, yang nanti bisa kita kembangkan lebih jauh sesuai dengan minat dan bakatnya. Harapannya, dari peneliti yang kita kembangkan, sebagian besar memang benar-benar passion di riset," ucap Arif Satria.

Sementara itu Pendiri UAG Ary Ginanjar Agustian menekankan pentingnya identifikasi talenta sejak dini agar pengembangan SDM tidak salah arah. Ary menjelaskan UAG telah mengembangkan pendekatan manajemen talenta berbasis data, yang telah diuji coba pada sekitar 1.100 periset BRIN dan akan dilanjutkan ke ribuan periset lainnya.

"Kalau kita bisa menemukan orang yang tepat dan mengembangkannya, maka riset kita akan punya dampak besar. Ini yang ingin kita dorong bersama, agar Indonesia ke depan benar-benar menjadi negara berbasis riset," tutur Ary Ginanjar.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News