Dispar Kaltim rekomendasikan susur Sungai Mahakam sambil ngabuburit
Dinas Pariwisata Kalimantan Timur merekomendasikan wisata menyusuri keindahan Sungai Mahakam menggunakan kapal sebagai pilihan seru bagi masyarakat untuk menikmati waktu "ngabuburit" menjelang berbuka puasa di Kota Samarinda.
Para wisatawan menikmati keseruan menyusuri Sungai Mahakam sembari menunggu waktu berbuka puasa. ANTARA/Ahmad Rifandi.
Dinas Pariwisata Kalimantan Timur merekomendasikan wisata menyusuri keindahan Sungai Mahakam menggunakan kapal sebagai pilihan seru bagi masyarakat untuk menikmati waktu "ngabuburit" menjelang berbuka puasa di Kota Samarinda.
"Selama Ramadhan ini, pengelola kapal susur sungai menawarkan paket khusus berbuka puasa yang sangat menarik bagi wisatawan. Dengan tarif Rp90 ribu per orang, pengunjung mendapatkan tiket pelayaran selama dua jam yang dilengkapi sajian takjil dan nasi kotak.," kata Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Ririn Sari Dewi di Samarinda, Minggu.
Perjalanan wisata air yang dimulai pukul 17.00 WITA tersebut melintasi rute Dermaga Samarinda Ilir, Jembatan Mahkota II, hingga kawasan Big Mall dengan fasilitas ruang shalat yang memadai di atas kapal.
Ririn menambahkan bahwa setiap armada memiliki kapasitas angkut yang berbeda-beda, mulai dari 60 penumpang hingga kapal terbesar yang mampu memuat maksimal 175 orang.
"Kami berharap wisata susur sungai ini terus berkembang menjadi ikon pariwisata andalan Samarinda karena menawarkan pengalaman menarik dalam melihat sejarah serta tata kota dari sisi perairan," pungkas Ririn.
Selain beroperasi secara reguler pada akhir pekan, armada ini juga melayani sistem carter menuju Kutai Lama maupun Tenggarong dengan suguhan tambahan berupa atraksi adat khas Kutai.
Sementara itu, salah satu pemilik kapal wisata bernama Husaini Anwar menyebutkan bahwa armadanya membutuhkan minimal 30 penumpang dalam sekali jalan agar bisa menutupi biaya operasional harian.
"Tingkat kunjungan pada Ramadhan kali ini agak sepi karena minimnya pesanan daring serta skema parkir Dermaga Mahakam Ilir yang terlampau jauh bagi para pengunjung," cakap Husaini.
Sebagai upaya, para pengusaha kapal wisata menyarankan langkah Pemerintah Kota Samarinda untuk menjadikan Dermaga Samarinda Seberang dan Mahakam Ulu sebagai pelabuhan alternatif demi kemudahan akses wisatawan.

