DKP harap pembangunan pelabuhan perikanan besar di wilayah utara Papua
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) setempat berharap adanya pembangunan pelabuhan perikanan berskala besar yang dapat direalisasikan pada wilayah utara Papua, guna mendukung optimalisasi potensi perikanan tangkap.
Kepala DKP Papua Iman Djuniawal di Jayapura, Jumat, mengatakan selama ini sebagian besar hasil tangkapan ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 717 belum sepenuhnya didaratkan di Papua karena keterbatasan fasilitas pelabuhan perikanan yang memadai.
“Papua bagian utara hingga saat ini belum memiliki pelabuhan perikanan besar yang mampu menampung kapal dengan tonase besar, padahal potensi perikanan kita sangat besar dan seharusnya hasil tangkapan itu didaratkan di Papua,” katanya.
Menurut Imam, keberadaan pelabuhan perikanan besar sangat penting untuk mendukung rantai pasok perikanan, mulai dari pendaratan, pengolahan, hingga distribusi hasil tangkapan agar kualitas dan nilai jual ikan tetap terjaga.
"Saat ini pemerintah daerah telah memiliki beberapa pelabuhan perikanan, seperti di Hamadi Jayapura, Biak, dan Serui, namun lokasinya berada di tengah kota sehingga ruang pengembangan ke depan menjadi terbatas," ujarnya.
Dia menjelaskan oleh karena itu pihaknya sangat mendorong adanya satu pelabuhan perikanan besar di wilayah utara Papua dengan lokasi yang memiliki ruang cukup luas untuk pengembangan jangka panjang.
"Dengan pembangunan pelabuhan perikanan besar juga diharapkan dapat meningkatkan sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota, serta berdampak langsung pada peningkatan pendapatan nelayan dan pertumbuhan ekonomi daerah," katanya lagi.
Dia menambahkan apalagi fasilitas yang lengkap maka ikan bisa langsung didaratkan di Papua sehingga mutunya terjaga, harga jual meningkat, dan manfaatnya kembali ke masyarakat nelayan serta daerah.
"Kami berencana mempercepat koordinasi agar dukungan dari seluruh pemangku kepentingan agar potensi kelautan dan perikanan Papua dapat dikelola secara optimal dan berkelanjutan," ujarnya.


