DVI Polda Jabar identifikasi 80 jenazah korban longsor Cisarua

Update: 2026-02-10 11:10 GMT

Petugas saat memperlihatkan lemari pendingin sebagai tempat jenazah korban longsor Cisarua di Rumah Sakit Sartika Asih, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (10/2/2026). (ANTARA/HO-Polda Jabar)

Elshinta Peduli

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat berhasil mengidentifikasi sebanyak 80 jenazah korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Polda Jabar Kombes Pol Iwansyah mengatakan hingga saat ini pos DVI telah menerima sebanyak 99 kantong jenazah dari tim SAR gabungan.

“Seluruh jenazah yang belum teridentifikasi dibawa ke RS Sartika Asih dan ditempatkan di lemari pendingin berbentuk kontainer,” kata Iwansyah di Bandung, Selasa.

Ia menjelaskan proses identifikasi tidak dapat dipastikan selesai dalam waktu singkat karena sangat bergantung pada kecocokan data pembanding DNA dari pihak keluarga korban.

“Kalau dari laboratorium DNA Polri sudah ada pembandingnya, kita langsung bandingkan kecocokan antara pelapor dengan korban,” ujarnya.

Menurut Iwansyah, sejak awal keluarga korban yang melapor telah diminta menyerahkan sampel DNA untuk mempercepat proses pencocokan. Setiap temuan baru dari lokasi bencana juga akan langsung diperiksa tanpa menunggu operasi pencarian selesai. Selain itu, kata dia, tim DVI menghadapi tantangan karena tidak semua kantong jenazah berisi tubuh korban secara utuh. Beberapa di antaranya hanya berupa potongan bagian tubuh.

“Dari 15 kantong jenazah yang masih diperiksa, ada dua yang berisi kulit kaki dan kulit tangan. Mudah-mudahan bisa teridentifikasi,” katanya.

Ia menambahkan, terdapat kemungkinan bagian tubuh tersebut tidak berkaitan dengan laporan orang hilang sehingga pencocokan DNA membutuhkan waktu lebih lama. Iwansyah memastikan meski operasi pencarian resmi telah berakhir, layanan identifikasi korban tetap dibuka hingga seluruh jenazah berhasil dikenali.

“Secara formal operasi ditutup, tapi pelayanan masih kami buka sampai semua jenazah di RS Sartika Asih teridentifikasi,” ujarnya.

Ia menegaskan apabila hasil DNA telah sesuai dengan data keluarga pelapor, kepolisian akan segera mengumumkan identitas korban. Namun jika belum cocok, proses pemeriksaan akan diulang menggunakan pembanding lainnya.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News