Eks Dubes RI: Iran tak bisa dipandang remeh dalam konflik dengan Israel-AS

Eks Dubes RI Dian Wirengjurit menilai sejarah militer dan militansi nasional membuat Iran memiliki daya tahan kuat menghadapi tekanan Israel dan Amerika Serikat.

Update: 2026-03-05 16:10 GMT

Sumber foto: Antara

Indomie

Mantan Duta Besar RI untuk Iran periode 2012–2016, Dian Wirengjurit, menilai Iran tidak bisa dipandang remeh dalam konflik dengan Israel dan Amerika Serikat.

Menurut Dian, kekuatan Iran selama ini kerap diremehkan, padahal negara tersebut telah lama mempersiapkan diri menghadapi ancaman sejak Revolusi Iran pada 1979.

“Sekarang terbukti, ketika Israel menyerang bersama Amerika dengan memanfaatkan negara-negara pangkalan di kawasan, Iran mampu memberikan balasan. Mereka mungkin tidak menyangka Iran memiliki kekuatan seperti itu,” kata Dian dalam wawancara di Radio Elshinta, Kamis (5/3/2026).

Ia menjelaskan, Iran terbiasa hidup di bawah tekanan dan ancaman militer sehingga secara konsisten membangun kemampuan pertahanan yang tidak bisa dianggap lemah.

Menurut Dian, pengalaman sejarah juga menunjukkan Iran bukan negara yang mudah ditaklukkan.

Ia mencontohkan perang Iran-Irak pada 1980. Saat itu Iran baru saja mengalami revolusi dan dianggap dalam kondisi lemah. Namun Irak justru menghadapi perlawanan keras.

“Ketika Iran dianggap lemah setelah revolusi, Irak menyerang pada 1980. Faktanya, Irak justru kewalahan. Artinya negara yang terisolasi tidak otomatis lemah,” ujarnya.

Dian menilai kekuatan Iran juga ditopang oleh faktor sejarah dan identitas peradaban yang panjang.

Sebagai salah satu peradaban tua di dunia, Iran telah menghadapi berbagai tekanan sejak era penaklukan Alexander Agung hingga masa kolonialisme bangsa-bangsa Eropa.

Elshinta Peduli

“Sebagai peradaban ribuan tahun, mereka memiliki militansi dan daya tahan yang kuat. Semangat itu yang terlihat dalam respons Iran saat ini,” kata dia.

Menurut Dian, kombinasi pengalaman sejarah, militansi nasional, serta pembangunan kekuatan militer membuat Iran memiliki daya tahan tinggi dalam menghadapi tekanan eksternal, termasuk dari kekuatan besar seperti Amerika Serikat.

Stefi Anastasia/Rama

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News