Gereja Mentok: Kamis Putih momentum menguatkan semangat melayani

Update: 2026-04-03 03:10 GMT

Upacara pembasuhan kaki pada ibadat Kamis Putih di Gereja Katolik Santa Maria Pelindung Para Pelaut Mentok, Kamis (2/4/2026) malam. ANTARA/Donatus Dasapurna.

Indomie

Pastor Gereja Katolik Santa Maria Pelindung Para Pelaut Mentok, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan Peringatan Kamis Putih merupakan momentum bagi seluruh umat untuk menguatkan semangat melayani sesama. Pastor Gereja RD. Raymond Doren pada ibadat Kamis Putih di Mentok, Kamis, (2/4) malam, mengatakan semangat melayani sudah ditunjukkan secara nyata oleh Yesus dengan membasuh membersihkan kaki 12 muridnya.

"Sebagai anak-anak Yesus, kita juga harus mampu melayani, membasuh luka sesama dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat," katanya.

Menurut dia, peringatan Kamis Putih merupakan pengingat bagi umat untuk menjalankan keteladanan yang sudah ditunjukkan Yesus sebagai pemimpin yang dengan penuh cinta kasih melayani para murid.

"Peristiwa ini sebagai bukti nyata dan jelas bentuk cinta kasih total yang tulus dan mulia dan harus selalu hidup saat ini dan ke depan," ujarnya.

Menurut dia, pada kisah pembasuhan kaki para murid ini Yesus tahu tidak seluruhnya patuh, namun Yesus tetap memberikan pelayanan terbaik karena dia menganggap semuanya adalah keluarga, sahabat dan teman dekat, hal ini memiliki nilai yang bisa diimplementasikan dalam kehidupan kita sehari-hari dengan memberikan pelayanan yang baik dan tulus kepada sesama, terutama kepada mereka yang sakit, lemah, dan menderita.

Elshinta Peduli

"Ini nilai-nilai makna yang Kristus tinggalkan kepada umat Kristiani sebelum dia menderita hingga mati di Bukit Golgota, perbuatan kasih damai kita harus menyentuh langsung akar rumput seperti Yesus yang tidak pernah mengeluh atau menolak siapapun yang datang kepadanya, mereka yang lumpuh, kusta, cacat, sakit, tuli, bisu, bahkan yang mati tetap diterima karena semua adalah keluarga dan sahabat kasihnya," katanya.

Melalui peristiwa ini, ia berharap, ke depan seluruh manusia tidak ada yang menjadi Yudas yang mengkhianati Yesus, dan tetap hidup solid dalam keteguhan iman, menjaga kebersamaan mulai dari kehidupan dalam keluarga, lingkungan tempat tinggal, komunitas, dan kehidupan bernegara.

"Melalui peristiwa kudus ini Yesus mengingatkan bahwa pemimpin adalah hamba, pelayan bagi orang kecil menderita. Pembasuhan kaki menjadi simbol nyata seorang pemimpin harus merendahkan diri rela membasuh kaki kotor dan hancur dengan penuh cinta, tulus dan mulia," katanya.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News