Gubernur Kaltim tegaskan anggaran Rp25 M bukan hanya untuk rumah dinas, tapi…

Update: 2026-04-07 14:50 GMT

Gubernur Kaltim Ridy Mas'ud di Komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (7/4/2026)

Indomie

Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud menegaskan anggaran sebesar Rp25 miliar yang ramai dibahas bukan hanya diperuntukkan bagi rumah dinas gubernur, tetapi juga mencakup fasilitas lain seperti rumah dinas wakil gubernur hingga pendopo.

Hal tersebut disampaikan Rudy Mas'ud di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (7/6/2026).

Rudy menegaskan sejak awal dirinya tidak pernah secara khusus meminta pembangunan rumah dinas tersebut.

“Kami sebenarnya tidak pernah meminta rumah dinas, tapi memang sudah disiapkan. Rumah dinasnya sudah ada. Itu 25 miliar, saya enggak lihat juga ya, karena di situ ada tim, tim TAPD yang melaksanakan kegiatan-kegiatan itu, yang menganggarkan,” kata Rudy.

Ia menjelaskan anggaran tersebut mencakup berbagai fasilitas penunjang pemerintahan, termasuk rumah dinas wakil gubernur serta pendopo yang digunakan untuk kegiatan resmi.

“Itu rumah dinasnya bukan hanya gubernur, tapi juga wakil gubernur. Kalau rumah dinasnya gubernur itu berbarengan dengan, pertama adalah pendopo, untuk menerima seluruh kegiatan-kegiatan mulai dari pemerintahan Provinsi Kalimantan Timur, kabupaten/kota sampai masyarakat dan semuanya,” kata Rudy.

Menurutnya, nilai anggaran juga tidak sepenuhnya digunakan untuk satu bangunan saja karena dibagi untuk berbagai kebutuhan fasilitas.

Elshinta Peduli

“Yang kedua, anggarannya sebenarnya ndak segitu juga banyaknya ya, karena itu kan dibagi dengan wakil gubernur, untuk pendopo-pendopo dan sebagainya,” tambahnya.

Rudy juga mengungkapkan rumah dinas gubernur sebelumnya tidak digunakan selama lebih dari satu dekade. Kini, fasilitas tersebut dimanfaatkan kembali untuk menunjang efektivitas kerja pemerintahan.

“Kebetulan rumah dinas gubernur selama ini, lebih daripada 10 tahun enggak pernah dipergunakan. Sekarang kami pergunakan untuk menghemat waktu dan segala-galanya,” lanjutnya.

Ia menambahkan kompleks rumah dinas tersebut juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti guest house dan ruang pertemuan dengan kapasitas besar.

“Jadi intinya kalau 25 miliar itu tidak hanya untuk rumah gubernur saja, tapi juga wakil gubernur dan pendopo-pendopo yang ada di situ, karena ada guest house-nya,” ucapnya.

Terkait besaran anggaran, Rudy menyerahkan sepenuhnya pada mekanisme yang telah berjalan di pemerintah daerah.

“Saya enggak ngelihat kalau anggarannya ya, karena di situ Biro Umum yang di situ yang membereskan semuanya di situ, Biro Umum,” jelasnya.

Ia menjelaskan proses penganggaran dilakukan melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan dibahas bersama DPRD Kaltim.

Rudy memastikan saat ini rumah dinas tersebut sudah selesai dan telah ditempati. Ia memilih tinggal di rumah dinas untuk meningkatkan efisiensi kerja.

“Oh sudah, kalau itu sudah selesai ya. Itu sudah selesai rumah dinasnya, kita tempati di situ. Di rumah dinas,” katanya.

Menurutnya, keputusan tersebut diambil demi menunjang kinerja yang lebih optimal.

“Kalau saya, enggak. Saya di rumah dinas saja. Biar lebih efektif, efisien, dan lebih produktivitasnya lebih baik ya,” pungkasnya.

Arie Dwi Prasetyo/Ter

Elshinta Peduli

Similar News